PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Dinas Ketahanan Pangan Makassar Gandeng Sidrap Amankan Pasokan Pangan dan Kendalikan InflasiDampak Karhutla terhadap Perempuan dan GenerasiBPKP Periksa Istri Direktur PDAM Bone Terkait Transaksi Mobil AsetDampak Media Sosial di Kalangan Gen-Z: Peluang dan Tantangan di Era DigitalSulsel Dipanggang Suhu 35 Derajat, Pegunungan Diselimuti KabutGPM Makassar Diserbu Warga, Beras SPHP 5 Kg Dijual Rp58 RibuPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Dinas Ketahanan Pangan Makassar Gandeng Sidrap Amankan Pasokan Pangan dan Kendalikan InflasiDampak Karhutla terhadap Perempuan dan GenerasiBPKP Periksa Istri Direktur PDAM Bone Terkait Transaksi Mobil AsetDampak Media Sosial di Kalangan Gen-Z: Peluang dan Tantangan di Era DigitalSulsel Dipanggang Suhu 35 Derajat, Pegunungan Diselimuti KabutGPM Makassar Diserbu Warga, Beras SPHP 5 Kg Dijual Rp58 Ribu
Sulsel

Dinas Ketapang Sulsel Terima Penghargaan BI atas Upaya Pengendalian Inflasi

495
×

Dinas Ketapang Sulsel Terima Penghargaan BI atas Upaya Pengendalian Inflasi

Sebarkan artikel ini
Dinas Ketapang Sulsel Terima Penghargaan BI atas Upaya Pengendalian Inflasi
Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) berhasil meraih penghargaan bergengsi dari Bank Indonesia (BI) sebagai “Institusi Mitra Pengendalian Inflasi Terkolaboratif Provinsi Sulsel 2024” dalam Pertemuan Tahunan BI di Hotel Claro Makassar, Jumat (29/11/2024).

MAKASSAR—Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) berhasil meraih penghargaan bergengsi dari Bank Indonesia (BI) sebagai “Institusi Mitra Pengendalian Inflasi Terkolaboratif Provinsi Sulsel 2024” dalam Pertemuan Tahunan BI di Hotel Claro Makassar, Jumat (29/11/2024).

Kepala Dinas Ketapang, Andi Muhammad Arsjad, mengungkapkan rasa syukur atas apresiasi yang diterima. Menurutnya, penghargaan ini merupakan hasil kerja keras tim dalam menjaga inflasi tetap terkendali di Sulsel, dengan pencapaian tingkat inflasi sebesar 1,53% sepanjang 2024.

“Ini adalah bentuk pengakuan atas upaya kami. Kami terus berkoordinasi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan melakukan berbagai langkah strategis, seperti Gerakan Pasar Murah (GPM), subsidi harga, hingga intervensi pada komoditas yang mengalami kenaikan harga,” ujar Arsjad.

Arsjad menambahkan, GPM akan digelar serentak di 24 kabupaten/kota pada 3 Desember mendatang. Program ini didukung oleh dana insentif fiskal sebagai apresiasi dari pemerintah pusat terhadap kinerja pengendalian inflasi di Sulsel.

Kepala Dinas Ketapang, Andi Muhammad Arsjad
Kepala Dinas Ketapang Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Muhammad Arsjad saat diwawancarai awak media, Jumat (29/11/2024).

“Kami berkomitmen menjaga inflasi tetap rendah, bahkan Pak Gubernur menargetkan Sulsel masuk dalam 10 besar provinsi dengan inflasi terendah,” jelasnya.

Deputi Kepala BI Sulsel, Wahyu Purnama, turut memuji capaian Sulsel dalam menjaga inflasi yang konsisten berada dalam sasaran nasional. Ia menilai keberhasilan ini berkat sinergi antara BI, Pemprov Sulsel, dan TPID, melalui berbagai program seperti rapat koordinasi, capacity building, dan pengendalian inflasi terpadu.

“Inflasi Sulsel tercatat 1,53% (yoy) pada Oktober, lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional sebesar 1,71% (yoy). Ini menunjukkan kerja sama yang solid dalam menjaga stabilitas ekonomi,” kata Wahyu.

Penghargaan ini diharapkan semakin mendorong kolaborasi antarinstansi di Sulsel untuk memastikan inflasi tetap terkendali, terutama menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. (*/4dv)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com