MAKASSAR—Sebanyak 15 jabatan eselon II di lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan saat ini dalam kondisi kosong. Posisi strategis yang belum terisi antara lain Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) serta Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Ketapang).
Selain itu, kekosongan juga terjadi pada jabatan Asisten III Bidang Administrasi dan Umum serta Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Sulsel. Jabatan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, serta Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan juga belum diisi.
Posisi lain yang masih lowong meliputi Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Direktur RSKD Dadi, serta Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol).
Kekosongan juga terjadi di level biro, yakni Kepala Biro Hukum, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat, serta Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan.
Pengamat politik, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Prof Firdaus Muhammad, dikutib dari tribun sulsel, Selasa (29/4/2025) menyampaikan keprihatinannya atas kekosongan jabatan tersebut. Ia mendesak Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, untuk segera melakukan pengisian.
“Jika dibiarkan kosong terlalu lama, roda pemerintahan bisa terganggu. Apalagi jumlahnya mencapai belasan jabatan,” kata Prof Firdaus.
Ia menekankan bahwa proses pengisian jabatan harus tetap mengacu pada regulasi yang berlaku, dengan memperhatikan kompetensi dan rekam jejak karier pejabat yang dipilih.
“Pengisian jabatan ini bisa melalui mekanisme lelang terbuka atau rotasi internal, yang penting jangan dibiarkan berlarut-larut,” tegasnya. (Ag4ys)













