MAKASSAR—Suasana Waduk Tunggu Pampang, Kecamatan Manggala, Jumat (22/8), tampak berbeda. Warga bersama jajaran Pemerintah Kota Makassar turun langsung membersihkan waduk yang berada di pertemuan tiga kelurahan, Borong, Bangkala, dan Bitowa, dalam aksi Jum’at Bersih.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memimpin kegiatan ini didampingi Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, Sekda Kota Makassar A. Zulkifli Nada, Camat Manggala Andi Eldi Indra Malka, lurah se-Kecamatan Manggala, ASN, Binmas, Babinsa, Ketua FKPM, serta komunitas lingkungan.
Sejak pagi, tumpukan sampah plastik, dedaunan, hingga material rumah tangga dibersihkan. Namun perhatian utama tertuju pada hamparan eceng gondok yang menutup hampir seluruh permukaan waduk.
“Eceng gondok itu sebenarnya tanaman baik, tapi kalau dibiarkan tanpa pengendalian bisa jadi masalah serius. Hari ini kita fokus pembersihan agar aliran air tetap lancar dan ekosistem waduk tetap seimbang,” ujar Camat Manggala, Andi Eldi.
Eceng gondok dikenal mampu menyerap polutan dan logam berat, bahkan dimanfaatkan sebagai bahan kompos dan kerajinan. Namun pertumbuhannya yang tak terkendali kerap menutup waduk, mengurangi oksigen terlarut, dan mengancam kehidupan ikan. Selain itu, penyumbatan aliran air juga sering memicu banjir saat musim hujan.
Kegiatan Jum’at Bersih ditutup dengan penuangan ratusan liter ecoenzym ke waduk. Cairan hasil fermentasi limbah organik rumah tangga itu dituangkan langsung oleh Wali Kota Munafri bersama peserta aksi.
“Ecoenzym bukan hanya ramah lingkungan, tapi juga murah dan bisa diproduksi masyarakat di rumah masing-masing. Dengan ecoenzym kita bisa jaga kanal-kanal tetap bersih dan mencegah genangan di musim hujan,” jelas Munafri.
Secara ilmiah, ecoenzym mampu menurunkan kadar amonia, mengurai pencemar organik, dan menumbuhkan mikroorganisme baik untuk keseimbangan ekosistem.
Penggiat lingkungan, Mashud Azikin, menyebut Waduk Tunggu Pampang sebagai ruang publik ekologis yang harus dijaga bersama. “Kalau ekosistemnya sehat, manfaatnya akan kembali ke masyarakat,” katanya.
Munafri menegaskan, aksi ini sejalan dengan agenda Makassar sebagai Kota Lumbung Organik Dunia, yang mendorong warga mengolah sampah organik menjadi produk bermanfaat.
“Kita mulai dari rumah, dari hal kecil. Kalau semua bergerak, Makassar bisa jadi contoh kota yang mampu mengelola lingkungannya,” tutup Munafri.
Kegiatan Jum’at Bersih di Waduk Tunggu Pampang bukan sekadar rutinitas, melainkan wujud kolaborasi menjaga lingkungan demi masa depan kota yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. (4r5/Ag4ys)













