PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.DPRD Makassar Soroti Data Anggaran, Minta TAPD Tak Asal Ajukan ProgramMenkeu Berganti, Aras Soroti Batas Kewajaran APBN: Jangan Sampai Ambisi Lebih Besar dari Kemampuan FiskalPangkep Raih Rp1 Miliar, Layanan Kesehatan Antar Pemkab Yusran Lalogau Masuk Tiga Besar SulawesiFebrie Masuk Babak Baru, Mantan Jampidsus Segera Hadapi PersidanganJufri Rahman: Ekonomi Sulawesi Tak Bisa Tumbuh Sendiri-sendiriNakes Liukang Kalmas Diminta Disiplin, Jasa Medis Dibayar Berdasarkan KinerjaPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.DPRD Makassar Soroti Data Anggaran, Minta TAPD Tak Asal Ajukan ProgramMenkeu Berganti, Aras Soroti Batas Kewajaran APBN: Jangan Sampai Ambisi Lebih Besar dari Kemampuan FiskalPangkep Raih Rp1 Miliar, Layanan Kesehatan Antar Pemkab Yusran Lalogau Masuk Tiga Besar SulawesiFebrie Masuk Babak Baru, Mantan Jampidsus Segera Hadapi PersidanganJufri Rahman: Ekonomi Sulawesi Tak Bisa Tumbuh Sendiri-sendiriNakes Liukang Kalmas Diminta Disiplin, Jasa Medis Dibayar Berdasarkan Kinerja
Jawa TengahMedia Kampus

Dosen Unimus Luncurkan Video Edukasi Terapi Kombinasi untuk Pasien Hipertensi

420
×

Dosen Unimus Luncurkan Video Edukasi Terapi Kombinasi untuk Pasien Hipertensi

Sebarkan artikel ini

BOYOLALI—Dosen Spesialis Keperawatan Medikal Bedah Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Prima Trisna Aji, meluncurkan video edukasi terapi kombinasi rendam kaki air hangat dan relaksasi napas dalam bagi pasien hipertensi, Jumat (30/1/2026), di Posyandu Lansia Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah.

Peluncuran tersebut merupakan bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang didanai Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unimus dan dilaksanakan selama tiga bulan dengan sasaran utama lansia penderita hipertensi.

Prima Trisna Aji mengatakan video edukasi tersebut dikembangkan untuk menjawab kebutuhan pasien terhadap media pembelajaran yang mudah dipahami dan dapat diterapkan secara mandiri di rumah.

“Selama ini, banyak pasien hipertensi kesulitan melakukan terapi nonfarmakologis secara konsisten. Melalui video ini, pasien dibimbing langkah demi langkah untuk melakukan self-management hipertensi, sehingga diharapkan mampu menurunkan tekanan darah dan mencegah komplikasi jangka panjang,” kata Prima.

Video edukasi itu dikembangkan secara kolaboratif bersama dosen Unimus Arie Shofyan Bhaidhowy serta dosen Universitas Slamet Riyadi Surakarta, Elinda Rizkasari.

Salah satu peserta Posyandu Lansia Donohudan, Mbah Karmo, mengaku terbantu dengan adanya video tersebut karena disajikan dengan bahasa sederhana dan dapat diputar ulang saat praktik di rumah.

Dosen Unimus Luncurkan Video Edukasi Terapi Kombinasi untuk Pasien Hipertensi
Dosen Spesialis Keperawatan Medikal Bedah Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Prima Trisna Aji, meluncurkan video edukasi terapi kombinasi rendam kaki air hangat dan relaksasi napas dalam bagi pasien hipertensi, Jumat (30/1/2026), di Posyandu Lansia Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah.

“Videonya jelas, pelan, dan bisa diulang di rumah. Jadi kami tidak takut salah saat praktik,” ujar Mbah Karmo.

Terapi yang disajikan dalam video tersebut menggabungkan rendam kaki air hangat dan teknik relaksasi napas dalam dalam satu panduan terstruktur berbasis pendekatan self-management.

Model edukasi berbasis video itu dirancang agar dapat digunakan secara berulang, mandiri, dan berkelanjutan, khususnya bagi lansia dengan keterbatasan literasi kesehatan dan akses layanan medis.

Video edukasi terapi kombinasi itu juga telah didaftarkan dan memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sebagai bentuk perlindungan dan pengakuan inovasi.

Ke depan, tim pengembang berharap media edukasi tersebut dapat diadopsi lebih luas oleh fasilitas kesehatan tingkat pertama, posyandu lansia, serta program promotif dan preventif di berbagai daerah. (*)

Dosen Unimus Luncurkan Video Edukasi Terapi Kombinasi untuk Pasien Hipertensi
Dosen Spesialis Keperawatan Medikal Bedah Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Prima Trisna Aji, meluncurkan video edukasi terapi kombinasi rendam kaki air hangat dan relaksasi napas dalam bagi pasien hipertensi, Jumat (30/1/2026), di Posyandu Lansia Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah.

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com