TORAJA UTARA — Duka mendalam menyelimuti jajaran Pemerintah Daerah dan masyarakat Toraja Utara atas wafatnya Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Toraja Utara, Yoel Tandiembong, SH., MH. Almarhum meninggal dunia pada usia 58 tahun di Makassar setelah menjalani perawatan intensif.
Almarhum lahir di Rantelemo pada 14 Mei 1967. Ia mengemban amanah sebagai Kepala Dinas Dukcapil Toraja Utara sejak Februari 2022. Sebelumnya, almarhum pernah mengabdi sebagai Analis Pengembangan Kinerja di Sekretariat Daerah Toraja Utara dan dikenal sebagai sosok yang cekatan, bijak, serta berdedikasi tinggi dalam pelayanan publik.
Prosesi pelepasan dan pemakaman almarhum berlangsung khidmat pada Senin (23/2/2026) di Rumah Duka Rantelemo, Tana Toraja. Sejumlah pejabat daerah turut hadir memberikan penghormatan terakhir, di antaranya Bupati dan Wakil Bupati, Sekretaris Daerah Toraja Utara, para kepala OPD, serta unsur Forkopimda.
Pemerintah daerah secara resmi melepas almarhum sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian dan jasa-jasanya selama bertugas. Suasana haru menyertai prosesi pemakaman yang diiringi doa dari keluarga, kerabat, dan para pelayat.
Dalam sambutannya, Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong, S.T., M.Ak., menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas kepergian almarhum. Ia mengaku tidak menyangka almarhum berpulang begitu cepat, mengingat selama ini dikenal aktif dan gemar berolahraga.
“Kami sangat kehilangan sosok yang berdedikasi. Beberapa waktu lalu, saat ditawarkan tugas baru, almarhum sempat menyampaikan kondisi kesehatannya yang menurun dan membutuhkan waktu untuk beristirahat. Ini menjadi kehilangan besar bagi kita semua,” ujar Bupati dengan suara bergetar.

Duka yang sama juga disampaikan Ketua TP PKK Toraja Utara, Damayanti B. Palimbong, S.IP., M.A. Ia mengenang sinergi yang terjalin antara TP PKK dan Dinas Dukcapil dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya dokumen kependudukan.
“Di awal pemerintahan, TP PKK bersama Dinas Dukcapil menjalin kerja sama melalui MoU, khususnya dalam sosialisasi kepemilikan KIA, KTP, dan KK. Kolaborasi ini berdampak positif karena semakin banyak masyarakat yang sadar dan mendaftarkan diri,” ungkapnya.
Kepergian almarhum Yoel Tandiembong meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi pemerintah dan masyarakat yang merasakan langsung kontribusi serta pengabdiannya. Prosesi pemakaman ini menjadi penghormatan terakhir sekaligus ungkapan terima kasih atas dedikasi almarhum dalam melayani masyarakat Toraja Utara. (4nny)













