JENEPONTO—Isu dugaan pemaksaan pemesanan pakaian kontingen PORSENIJAR di Kabupaten Sidrap dibantah tegas oleh Plt Ketua PGRI Jeneponto, Zaidil Amin. Ia memastikan seluruh pemesanan dilakukan secara sukarela berdasarkan kesepakatan bersama.
Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menegaskan komitmennya sebagai organisasi profesi yang menaungi guru dalam peningkatan kualitas pendidikan dan perlindungan anggota.
Dalam agenda PORSENIJAR tingkat Provinsi Sulawesi Selatan yang dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Sidrap pada 1 Juli 2026, seluruh kabupaten/kota, termasuk Jeneponto, mulai mematangkan persiapan.
PGRI Jeneponto telah merampungkan PORSENIJAR tingkat kabupaten sebagai ajang seleksi atlet yang akan berlaga di tingkat provinsi. Saat ini, kontingen memasuki tahap latihan, dengan sekitar 160 atlet disiapkan serta dukungan 1.300 peserta penggembira untuk memeriahkan pembukaan.
Selain persiapan teknis, pengadaan pakaian kontingen dan seragam atlet turut dilakukan. Pengurus PGRI menawarkan pemesanan kepada anggota dengan skema pembayaran yang fleksibel hingga Juni 2026.
Plt Ketua PGRI Jeneponto, Zaidil Amin, membantah keras tudingan adanya tekanan dalam pemesanan tersebut.
“Jadi dugaan beberapa pihak bahwa pemesanan pakaian kontingen dilakukan di bawah tekanan dan paksaan adalah sangat tidak benar,” tegasnya, Selasa (31/3/2026).
Ia menjelaskan, pengadaan seragam merupakan agenda rutin yang telah menjadi tradisi tahunan dan selalu mendapat respons positif dari kepala sekolah dan guru di semua jenjang.
“Pengadaan pakaian kontingen PGRI Jeneponto adalah hasil rapat kerja daerah PGRI Jeneponto dan rapat para pengurus PGRI kecamatan dan pengurus PGRI cabang khusus SMA/SMK, yang dilakukan dengan prinsip keterbukaan tanpa menguntungkan satu pihak pun,” ujarnya.
Zaidil berharap seluruh pihak mendukung pelaksanaan PORSENIJAR sebagai wadah bagi guru untuk menyalurkan bakat di bidang olahraga dan seni.
“Semua pihak agar memberikan dukungan pada pelaksanaan PORSENIJAR PGRI Kabupaten Jeneponto, sehingga tujuan pelaksanaan PORSENIJAR dapat memberikan tempat para guru untuk menyalurkan bakat dan kemampuan dalam olahraga dan seni,” tutupnya. (*)













