MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar bersama unsur Forkopimda mulai mematangkan persiapan menyambut peringatan Hari Buruh Internasional 2026. Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin memimpin langsung rapat koordinasi guna memastikan perayaan May Day berlangsung tertib tanpa mengganggu aktivitas masyarakat.
Rapat yang digelar di Baruga Anging Mammiri, Jumat (24/4/2026), membahas kesiapan lintas sektor, mulai dari pengamanan, pengaturan lalu lintas hingga layanan kesehatan bagi peserta aksi buruh.
Munafri menegaskan, pemerintah menyiapkan Lapangan Karebosi sebagai pusat kegiatan “May Day Fest” yang akan menjadi ruang berkumpul para pekerja dan serikat buruh dari berbagai organisasi.
Menurutnya, pelaksanaan yang dipusatkan di satu lokasi diharapkan mampu mengurangi potensi kemacetan akibat aksi long march yang kerap terjadi setiap peringatan Hari Buruh.
“Sengaja kami mengundang Forkopimda agar kegiatan yang dilokalisir ini tidak memberikan beban besar bagi pengguna jalan, mengingat hampir setiap tahun aksi long march dilakukan di tengah kota,” kata Munafri.
Wali Kota yang akrab disapa Appi itu menegaskan peran pemerintah dan Forkopimda bukan mengatur jalannya aksi, melainkan memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan tertib.
Pemkot Makassar juga mengantisipasi tingginya jumlah peserta yang diperkirakan mencapai ribuan orang. Karena itu, kesiapan layanan kesehatan, rekayasa lalu lintas, hingga pengamanan kawasan menjadi perhatian utama.
“Kesiapan kita sangat penting, termasuk mengantisipasi layanan kesehatan, kemacetan, dan kemungkinan situasi lain yang bisa terjadi,” ujarnya.
Appi menilai peringatan Hari Buruh tidak sekadar seremoni tahunan, tetapi juga menjadi ruang penyampaian aspirasi pekerja secara teratur dan kondusif.
Ia juga menyoroti pentingnya koordinasi lintas daerah, mengingat Makassar kerap menjadi titik kumpul buruh dari berbagai wilayah di Sulawesi Selatan.
Selain itu, peserta diimbau tidak membawa anak-anak selama kegiatan berlangsung. Pertimbangan cuaca panas dan durasi kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga sore menjadi alasan utama.
“Kita ingin semuanya berjalan baik dari awal sampai akhir. Semua bisa menyampaikan aspirasi, tapi tetap dalam suasana yang tertib,” tambahnya. (Ag4ys)













