JENEPONTO—Turnamen sepak bola Bupati Cup I di Kabupaten Jeneponto, semakin seru dan menegangkan saat memasuki laga babak semifinal. Turnamen Bupati Cup I diharapkan tetap berjalan sukses dan aman sehingga Bupati Cup II dan seterusnya dapat dilaksanakan pada tahun-tahun yang akan datang.
Setelah sebelumnya pada Sabtu (25/4/2026), laga semifinal pertama, Tarowang berhasil menaklukkan Arungkeke FC dengan skor 2-1. Namun, pada Minggu (26/4/2026) Bontoramba bermain imbang 1-1 lawan Binamu.
Sehingga, permainan dilakukan lewat drama adu penalti namun sempat tertunda kemarin sore (26/4/2026), dengan pertimbangan faktor keamanan. Nampak kemarin sore, penonton merangsek masuk ke lapangan karena begitu antusiasnya mendukung kesebelasan mereka sehingga tak dapat dikendalikan.
Tentunya, penundaan laga ini dilakukan guna menjaga hal-hal yang tak diinginkan di Stadion Mini Turatea Belokallong, Kelurahan Balang Toa, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto.
Pertandingan adu penalti dilanjutkan hari ini Senin (27/4/2026), nampak Binamu FC berhasil unggul atas Bontoramba FC yang identik logo “Macanga ri Bontoramba”. Dengan demikian Binamu FC ditunggu Tarowang FC di babak final pada tanggal 1 Mei 2026 bertepatan Hari Jadi Jeneponto ke-163.
Laga panas babak final nantinya ini diagendakan dihadiri Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, usai menghadiri upacara peringatan Hari Jadi Jeneponto ke-163.
Untuk diketahui, pertandingan yang sangat menegangkan! Kemenangan 4-3 dalam adu penalti menunjukkan betapa tipisnya selisih kekuatan kedua tim di lapangan.
Dalam situasi seperti ini, mentalitas eksekutor penalti dan ketenangan kiper biasanya menjadi faktor penentu kemenangan di depan jala gawang dan ribuan pasang mata penonton yang hadir menyaksikan.
Selamat untuk Binamu FC atas kemenangannya yang dramatis, dan apresiasi untuk Bontoramba yang sudah memberikan perlawanan sengit sampai titik terakhir. Mari tetap jaga sportivitas dalam turnamen Bupati Cup I ini.
Usai laga adu penalti di Stadion Mini Turatea, euforia penonton fanatik Binamu FC diluapkan dengan meneriakkan yel-yel kemenangan bagi kesebelasan jagoannya yang berhasil melalui ke babak final setelah sempat tak diunggulkan, namun akhirnya menjadi kuda hitam sesuai logo Binamu FC yaitu tanda gambar “Kuda Jantan Melaju Kencang”.
Begitu juga dengan pelatih Binamu FC dan official spontan memeluk para pemain mereka sebagai tanda rasa syukur atas apa yang diraihnya ini. Dalam hal ini mungkin dari kacamata pengamat bola di Jeneponto, kalau Binamu FC sempat dipandang sebelah mata dan tidak diunggulkan.
Kepada seluruh masyarakat Kabupaten Jeneponto, tentunya Pemerintah Kabupaten Jeneponto menghimbau agar datang berbondong-bondong menonton guna memeriahkan laga final antara Binamu FC vs Tarowang, yang digelar bertepatan Hari Jadi Jeneponto ke-163. (*)














