PANGKEP — Pemerintah Kabupaten Pangkep mulai mengubah wajah Posyandu. Jika selama ini identik dengan pelayanan kesehatan ibu, anak, dan lansia, kini Posyandu didorong menjadi ruang warga menyampaikan berbagai persoalan lingkungan, mulai dari masalah sosial hingga kebutuhan infrastruktur.
Transformasi itu ditandai melalui Gerakan Posyandu Aktif yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Lanjut Usia Nasional ke-30 di halaman Puskesmas Minasatene, Selasa (9/6/2026). Kegiatan tersebut dibuka langsung Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau (MYL), dengan didampingi Ketua TP PKK Pangkep, Nurlita Wulan Purnama.
Di hadapan ratusan peserta, MYL menegaskan Posyandu Era Baru merupakan bentuk peningkatan fungsi Posyandu yang selama ini hanya berfokus pada layanan kesehatan. Menurutnya, Posyandu kini harus menjadi tempat warga menyampaikan berbagai kebutuhan dan persoalan yang terjadi di lingkungannya.
“Kurang lebih seperti musrenbang, tetapi dalam skala yang lebih kecil dan lebih dekat dengan masyarakat,” ujar MYL.
Karena itu, ia meminta seluruh camat dan lurah mempercepat pembentukan Posyandu Era Baru di wilayah masing-masing. Saat ini, Pangkep memiliki 394 Posyandu yang tersebar di desa dan kelurahan dan diharapkan seluruhnya bertransformasi menjadi pusat pelayanan masyarakat yang lebih terintegrasi.
Kepala Dinas Kesehatan Pangkep, Hj Herlina, mengatakan perubahan tersebut tidak hanya melibatkan sektor kesehatan. Enam perangkat daerah akan ikut melakukan pembinaan sehingga Posyandu menjadi wadah pelayanan lintas sektor yang menyentuh langsung kebutuhan warga.
Selain mendorong transformasi Posyandu, kegiatan itu juga menjadi momentum memperkuat pelayanan kesehatan lansia. Dari sekitar 35 ribu lansia di Pangkep, sebanyak 90 persen disebut telah mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis yang digelar pemerintah daerah.

Pada kesempatan yang sama, Dinas Sosial Pangkep menyalurkan bantuan alat bantu bagi lansia. Tahap pertama, bantuan yang diserahkan terdiri atas kursi roda dan tongkat bantu jalan sebagai bagian dari total 40 unit bantuan yang akan disalurkan secara bertahap.
Kepala Dinas Sosial Pangkep, Jaenal Sanusi, mengatakan bantuan tersebut mencakup kursi roda, alat bantu dengar, serta berbagai jenis tongkat untuk mendukung mobilitas lansia agar tetap aktif dan mandiri dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Menariknya, sebelum menghadiri kegiatan, Bupati MYL bersama sejumlah kepala OPD memilih bersepeda dari rumah jabatan menuju lokasi acara, sebagai simbol ajakan untuk membiasakan pola hidup sehat dan aktif di tengah masyarakat. (M4d/4dv)













