TANGERANG — Sebanyak 180 imam masjid dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Banten mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Imam Masjid II Tingkat Provinsi Banten Tahun 2026 yang digelar Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) di Masjid Raya Baitul Mukhtar BSD City, Kabupaten Tangerang.
Kegiatan yang berlangsung pada 4–5 Juli 2026 ini menjadi bagian dari rangkaian International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 dengan tema “Masjid Harmony, Religious Diplomacy and Global Peace”. Selain menjadi ajang kompetisi, MTQ ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas imam sebagai pemimpin umat yang mampu menjawab tantangan zaman.
Ketua Umum Pengurus Pusat IPIM yang juga Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menegaskan bahwa peran imam masjid saat ini tidak lagi terbatas pada memimpin salat.
“Pandangan bahwa tugas imam hanya memimpin salat harus kita ubah secara fundamental. Imam memiliki social capital dan religious authority yang sangat kuat. Imam harus menjadi agen diplomasi, mampu meredam hoaks, menyejukkan umat, serta membangun koeksistensi yang damai,” ujarnya.
Menurut Nasaruddin, melalui rangkaian menuju IGIC 2026, para imam didorong memiliki wawasan global tanpa meninggalkan tradisi keilmuan Islam yang sahih.
Senada dengan itu, Gubernur Banten, Andra Soni, menilai forum tersebut menunjukkan Islam sebagai kekuatan moral yang mampu membangun perdamaian dan solidaritas kemanusiaan.
“Peran imam telah mengalami transformasi, bukan hanya memimpin salat, tetapi juga menjadi pendidik umat, penjaga moral masyarakat, penggerak sosial, sekaligus juru damai,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, MTQ Imam Masjid Banten 2026 mempertandingkan tujuh cabang lomba, yakni Musabaqah Tartil Al-Qur’an Imam, Musabaqah Tilawah Al-Qur’an, Musabaqah Hifzh Al-Qur’an 15 Juz, Musabaqah Hifzh Al-Qur’an 30 Juz, Musabaqah Tafsir Al-Qur’an, Musabaqah Khutbah Jumat, serta Musabaqah Azan.
Setiap cabang dirancang untuk mengukur kompetensi imam secara menyeluruh, mulai dari kualitas bacaan dan hafalan Al-Qur’an, pemahaman tafsir, kemampuan berdakwah, hingga keterampilan menyampaikan khutbah dan azan sesuai kaidah syariat.
Ketua Panitia IGIC 2026, Faried F. Saenong, mengatakan bahwa konferensi internasional tersebut ingin menghadirkan imam sebagai pemimpin umat yang mampu menjembatani nilai-nilai keislaman dengan berbagai persoalan kemanusiaan kontemporer.
“Imam harus menjadi penjaga moderasi, penggerak transformasi sosial, sekaligus diplomat peradaban yang membawa pesan Islam rahmatan lil alamin kepada dunia,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia MTQ Imam Masjid se-Provinsi Banten, Mas’ud Halimin, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar perlombaan, melainkan bagian dari upaya membangun kualitas kepemimpinan imam yang profesional dan berdaya saing.
“MTQ Imam Masjid merupakan ikhtiar untuk menghadirkan imam yang unggul serta mampu menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan umat sekaligus mendukung suksesnya IGIC 2026,” katanya.
Keberhasilan penyelenggaraan MTQ Imam Masjid II Tingkat Provinsi Banten dinilai menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan IGIC 2026. Kegiatan ini juga memperkuat posisi imam masjid Indonesia sebagai pemimpin ibadah, penggerak transformasi sosial, sekaligus duta perdamaian yang berkontribusi bagi kemajuan peradaban Islam di tingkat nasional maupun global. (Cr/Ag4ys)
Citizen Reporter: Muh. Aras Prabowo








