JAKARTA—Tas karakter berbentuk tabung Bright Gas 5 kg berwarna fuchsia yang dipasarkan di Booth Bright Store by Pertamina di Jakarta Fair 2026, JIExpo Kemayoran, viral di media sosial. Produk tersebut diburu pengunjung hingga memicu jasa titip (jastip) dan berdampak pada peningkatan produksi UMKM binaan Pertamina.
Booth Bright Store by Pertamina menjadi salah satu daya tarik selama penyelenggaraan Jakarta Fair 2026. Tas karakter Bright Gas menjadi produk yang paling banyak diminati pengunjung.
VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan aktivasi promosi perusahaan dapat memberi manfaat yang lebih luas. Menurutnya, produk yang viral itu juga membuka peluang ekonomi bagi UMKM binaan yang terlibat.
“Pertamina terus mendorong agar setiap aktivasi brand tidak hanya berhenti pada aspek promosi, tetapi juga menghadirkan manfaat yang lebih nyata bagi masyarakat.
Melalui Bright Store by Pertamina di Jakarta Fair 2026, kami ingin menunjukkan bahwa kreativitas, produk layanan Pertamina, dan pemberdayaan UMKM dapat berjalan beriringan.
Tas karakter Bright Gas yang mendapat respons sangat positif dari masyarakat menjadi contoh bagaimana produk promosi dapat menjadi pintu masuk bagi UMKM binaan untuk memperoleh akses pasar yang lebih luas,” ujar Baron.
Baron mengatakan pelibatan UMKM dalam rantai pasok Bright Store by Pertamina merupakan bagian dari komitmen perusahaan menciptakan nilai tambah dari hulu hingga hilir.
Selain memproduksi tas karakter, UMKM pangan lokal juga dilibatkan sebagai penyedia produk yang masuk dalam paket yang diterima konsumen.
“Kami ingin produk UMKM lokal semakin dikenal luas dan menjadi lebih VOKAL.
Karena itu, Pertamina tidak hanya menyediakan ruang promosi, tetapi juga membangun ekosistem agar produk binaan dapat masuk ke kebutuhan pasar yang lebih konkret.
Ketika satu produk menjadi viral, dampaknya diharapkan tidak berhenti pada peningkatan transaksi, tetapi juga bergerak ke peningkatan produksi, penyerapan tenaga kerja, dan penguatan kapasitas usaha,” kata Baron.

Tas karakter Bright Gas diproduksi PT Glory Nine Degrees, UMKM asal Kota Bandung yang merupakan mitra binaan Small Medium Enterprise & Partnership Program (SMEPP) PT Pertamina (Persero) dan Pertamina Foundation.
Tingginya antusiasme pasar membuat pesanan meningkat. Kuota produksi pun ditambah sekitar 10 persen dari perencanaan awal.
Founder PT Glory Nine Degrees, Sandiani, mengatakan kolaborasi bersama Pertamina berdampak langsung terhadap aktivitas produksi dan penyerapan tenaga kerja di sekitar workshop.
Untuk menjaga ketersediaan stok, operasional produksi ditingkatkan menjadi 18 jam per hari yang dibagi ke dalam dua shift kerja.
“Masyaallah, proyek ini membuat para tetangga sekitar workshop yang tadinya kurang produktif kini bisa memiliki penghasilan.
Bahkan, anak-anak usia SMA yang sedang libur sekolah kami libatkan di bagian finishing dan packaging. Mereka jadi jauh lebih produktif dan mendapatkan upah sendiri.Kami juga membagi porsi jahitan lapis luar kepada ekosistem konveksi tetangga yang sedang sepi orderan, tentunya dengan pengawasan QC yang ketat sesuai standardisasi kami,” ungkap Sandiani.
Tidak hanya meningkatkan produksi tas, viralnya paket Bright Store by Pertamina juga membuka peluang bagi UMKM lain yang terlibat dalam rantai pasok.
Salah satunya ialah Susnukuma, produsen sus kering eksklusif asal Kota Bandung. Produknya dipilih sebagai salah satu isian camilan lokal di dalam paket tas Bright Gas.
Owner Susnukuma, Aniasuti, mengatakan pesanan dalam jumlah besar untuk Jakarta Fair 2026 menjadi peluang penting bagi usaha yang dirintis sejak 2011. Usaha tersebut berfokus pada produk sus kering sejak 2016.
Saat ini Susnukuma didukung enam karyawan tetap yang merupakan warga sekitar. Mereka terdiri atas ibu rumah tangga, orang tua tunggal, dan lulusan baru SMA.
“Bagi kami, pesanan massal dari Pertamina untuk agenda besar seperti PRJ ini adalah peluang yang sangat kami syukuri.
Di saat pesanan melonjak tinggi, kami bahkan mampu menyerap hingga 20 orang tenaga kerja musiman dari lingkungan sekitar rumah.
Melalui proyek sinergi ini, kami bisa memberikan penghasilan tambahan bagi ibu-ibu agar mereka lebih produktif secara ekonomi,” tutur Aniasuti.
Sinergi antara Pertamina Holding, Subholding Downstream Pertamina Patra Niaga, dan fungsi SMEPP dalam mengurasi produk UMKM untuk paket Bright Store memberi kesempatan bagi UMKM memperoleh eksposur yang lebih luas.
Kolaborasi tersebut juga meningkatkan volume produksi serta membuka peluang memperbesar kapasitas usaha.
Glory Nine Degrees turut mengembangkan proses desain berbasis animasi tiga dimensi (3D). Proses persetujuan produk kini dapat dilakukan secara digital sehingga lebih efisien dan tidak bergantung pada sampel fisik.

UMKM tersebut juga menerapkan standardisasi produksi serta tahapan quality control agar produk yang dikirim sesuai standar.
Sementara itu, Susnukuma terus mengembangkan inovasi kemasan. Pilihannya mulai dari single pack, stoples family pack, hingga hampers dengan berbagai varian rasa.
“Kami sangat terbantu oleh Pertamina. Sebagai UMKM kecil, kami tidak memiliki tim pemasaran khusus dan semuanya seringkali dirangkap sendiri.
Namun sejak didampingi Pertamina pasca-pandemi, kami diajarkan pemasaran digital, difasilitasi bazar di mall besar, hingga dibantu menembus jaringan retail modern.
Bahkan sekarang, fokus bisnis kami berhasil melompat ke sektor B2B dengan menerima maklun atau white label untuk berbagai mitra strategis,” tambah Aniasuti.
Berkat pendampingan, literasi bisnis, dan pembinaan Pertamina, Glory Nine Degrees mencatat kenaikan omzet sekitar 30 hingga 40 persen setiap tahun.
Produk UMKM tersebut juga telah dipasarkan ke Belanda, Amerika Serikat, dan Timor Leste. Saat ini Glory Nine Degrees juga bersiap masuk ke pasar pengadaan di Jepang.
Baron mengatakan Pertamina akan terus melanjutkan pembinaan, pendampingan, serta pembukaan akses pasar yang sesuai dengan kebutuhan industri dan konsumen.
Menurutnya, keberhasilan produk UMKM binaan di Jakarta Fair 2026 menunjukkan produk lokal mampu bersaing dan diterima masyarakat.
“Bagi Pertamina, keberhasilan ini menjadi dorongan untuk terus menghadirkan program pemberdayaan yang berkelanjutan.
Kami percaya UMKM memiliki peran penting dalam memperkuat ekonomi nasional.
Karena itu, Pertamina akan terus membuka ruang kolaborasi agar semakin banyak UMKM binaan yang dapat tumbuh, naik kelas, dan memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya,” tutup Baron.
Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi berkomitmen mendukung target Net Zero Emission 2060. Perusahaan juga menjalankan berbagai program yang berdampak pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha, dan lingkungan. Pertamina juga menerapkan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasinya. (*)













