PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Keracunan Massal MBG: Kegagalan Sistemik Negara dalam Menjamin Keamanan Pangan GenerasiLapas Polewali Buka Lakon Jersipas, WBP Bisa Konsultasi Soal Remisi Hingga BebasNegeri Kaya, Tapi Pajak MencekikJalan Aroepala Mulai Dibuka, Beton 40 Cm Jadi Andalan Hadapi BanjirRekening Massal, Bukan Sekadar Soal RekeningPerang Hotel di Makassar Makin Panas, Artha Kencana Ganti Bendera Jadi Horison InnPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Keracunan Massal MBG: Kegagalan Sistemik Negara dalam Menjamin Keamanan Pangan GenerasiLapas Polewali Buka Lakon Jersipas, WBP Bisa Konsultasi Soal Remisi Hingga BebasNegeri Kaya, Tapi Pajak MencekikJalan Aroepala Mulai Dibuka, Beton 40 Cm Jadi Andalan Hadapi BanjirRekening Massal, Bukan Sekadar Soal RekeningPerang Hotel di Makassar Makin Panas, Artha Kencana Ganti Bendera Jadi Horison Inn
Nasional

Krisis Iklim Berakar dari Krisis Moral, KH Nasaruddin Umar Dorong Penguatan Ekoteologi

50
×

Krisis Iklim Berakar dari Krisis Moral, KH Nasaruddin Umar Dorong Penguatan Ekoteologi

Sebarkan artikel ini
KH Nasaruddin Umar
Menteri Agama RI, Kabinet Merah Putih, KH. Nasaruddin Umar. (Foto:Ist)

JAKARTA – Krisis iklim yang ditandai dengan meningkatnya banjir, kebakaran hutan, kekeringan, hingga cuaca ekstrem dinilai tidak hanya dipicu oleh faktor lingkungan, tetapi juga berakar pada krisis moral manusia dalam memperlakukan alam.

Pandangan tersebut disampaikan KH Nasaruddin Umar melalui konsep Ekoteologi, yang menempatkan pelestarian lingkungan sebagai bagian dari nilai keimanan dan tanggung jawab spiritual.

Menurutnya, kerusakan lingkungan terjadi karena manusia memandang alam semata sebagai objek eksploitasi, bukan amanah yang harus dijaga.

“Krisis iklim pada hakikatnya adalah krisis moral. Manusia sering memandang alam hanya sebagai objek untuk dieksploitasi, padahal alam adalah amanah dari Allah yang harus dijaga,” ujar KH Nasaruddin Umar.

Melalui Ekoteologi, manusia diposisikan sebagai khalifah di bumi yang berkewajiban menjaga keseimbangan alam. Karena itu, kepedulian terhadap lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab sosial, tetapi juga bagian dari ibadah.

Konsep tersebut mendorong masyarakat menerapkan gaya hidup ramah lingkungan melalui langkah sederhana, seperti menghemat air dan energi, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menanam pohon, serta membangun budaya peduli lingkungan di keluarga, sekolah, hingga rumah ibadah.

KH Nasaruddin Umar menegaskan, penyelesaian krisis iklim tidak cukup mengandalkan teknologi maupun kebijakan pemerintah. Kesadaran moral dan spiritual masyarakat menjadi fondasi utama dalam menjaga kelestarian bumi.

Menurutnya, pembangunan dan pelestarian lingkungan harus berjalan beriringan. Menjaga bumi merupakan bentuk syukur kepada Allah SWT sekaligus tanggung jawab setiap manusia untuk mewariskan lingkungan yang lestari bagi generasi mendatang. (Cr/Ag4ys)

Citizen Reporter: Muh. Aras Prabowo (Akademisi UNUSIA)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Kirim Komentar

📢 Mohon utamakan adab, etika, dan sopan santun dalam berkomentar. Semua komentar akan melewati proses moderasi sebelum diterbitkan.

Konten dilindungi © Mediasulsel.com