PINRANG – Gerakan literasi tak berhenti di halaman buku. Di Kelurahan Jaya, Kabupaten Pinrang, anak-anak didorong untuk membaca, berpikir kritis, menulis, hingga berani tampil di depan publik.
Semangat itu terlihat dalam GALA AKSARA yang digelar di Rumah Ceria Sahabat KITA, Rabu (5/8/2026). Kegiatan ini menjadi puncak program KKN-T Tematik Literasi Universitas Hasanuddin Gelombang 116 sekaligus Apresiasi Literasi Tingkat Kelurahan.
Mengusung tema “Merayakan Jejak, Merefleksikan Perjalanan, Menyalakan Inspirasi”, GALA AKSARA menjadi panggung bagi anak-anak untuk menunjukkan hasil dari proses belajar yang selama ini dibangun melalui gerakan literasi di Kelurahan Jaya.
Salah satu agenda yang paling menonjol ialah Kompetisi Kataku (Kaji dan Tanggapi Buku). Perwakilan SDN 187 Pintu, MI DDI Jaya, MI DDI Pinrang Barat, dan TBM Rumah Ceria Sahabat KITA ditantang tidak sekadar membaca buku, tetapi memahami isi bacaan, menyusun gagasan, kemudian menyampaikannya dengan percaya diri.
Kemampuan anak-anak juga diasah melalui Kelas Menulis Cerita Anak bersama penulis Dr. Fitrawan Umar, S.T., M.Sc. Kegiatan ini mempertemukan anak-anak dengan pemuda, guru, orang tua, dan masyarakat untuk belajar mengubah ide menjadi cerita.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Lomba Ranking Satu serta Cooking Class menghias donat. Beragam aktivitas tersebut menjadi pendekatan kreatif untuk menanamkan semangat belajar sekaligus membangun keberanian anak-anak dalam berkreasi dan berinteraksi.
Bagi Lembaga Sahabat KITA, momentum tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang gerakan pendidikan yang telah berlangsung selama 13 tahun. Dirintis pada 2013 oleh Wahyuniar Yusuf, Ikhsan Jahasan, Ijad Khalid bersama sejumlah anak muda, Sahabat KITA bermula dari ruang belajar sederhana dengan konsep Pola Belajar Ceria.
Gerakan itu kemudian berkembang menjadi lembaga sosial pendidikan yang menghadirkan Rumah Ceria sebagai taman baca masyarakat, berbagai program literasi dan pemberdayaan, hingga kolaborasi dengan sekolah, pemerintah, komunitas, perguruan tinggi, dunia usaha, relawan, dan masyarakat.
Pendiri Sahabat KITA, Wahyuniar Yusuf, mengatakan perjalanan tersebut membuktikan bahwa gerakan literasi dapat tumbuh menjadi kekuatan bersama ketika masyarakat ikut mengambil peran.
“Tiga belas tahun bukanlah perjalanan yang singkat. Sahabat KITA lahir dari mimpi sederhana sekelompok anak muda yang ingin menghadirkan ruang belajar yang menyenangkan bagi anak-anak. Hari ini kami bersyukur karena perjalanan itu terus bertumbuh berkat dukungan relawan, donatur, pemerintah, sekolah, mitra, pelaku UMKM, dan masyarakat yang percaya bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama,” ujar Wahyuniar.
Menurutnya, GALA AKSARA bukan sekadar perayaan ulang tahun perjalanan Sahabat KITA. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi untuk memastikan gerakan literasi tetap hidup dan memberikan manfaat nyata bagi generasi muda.
“GALA AKSARA bukan sekadar perayaan, tetapi ruang syukur, refleksi, dan pengingat bahwa perjuangan ini harus terus dilanjutkan dan dikuatkan semangat kolaborasi demi masa depan anak-anak Indonesia,” katanya.
Kolaborasi juga mendapat apresiasi khusus dari Sahabat KITA. Kehadiran mahasiswa KKN-T Tematik Literasi Unhas Gelombang 116 dinilai memberikan energi baru bagi pengembangan kegiatan literasi di Kelurahan Jaya.
“Kolaborasi adalah kekuatan. Kehadiran adik-adik mahasiswa KKN-T Tematik Literasi Universitas Hasanuddin memberikan energi baru bagi gerakan literasi di Kelurahan Jaya. Semoga sinergi ini terus berlanjut dan menginspirasi lahirnya lebih banyak ruang belajar yang memberi manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.
Puncak acara ditandai dengan penampilan Operet Anak Rumah Ceria Sahabat KITA berjudul Mawar, Melati Semuanya Indah. Pertunjukan yang disadur dari buku cerita anak bahan bacaan bermutu Kemendikbudristek karya S. Gegge Mappangewa itu sukses memukau tamu undangan.
Penampilan tersebut sekaligus memperlihatkan wajah lain dari gerakan literasi. Anak-anak tidak hanya dibentuk menjadi pembaca, tetapi juga diarahkan menjadi pribadi yang kreatif, percaya diri, mampu bekerja sama, dan berani mengekspresikan gagasan.
Di penghujung kegiatan, trofi diserahkan kepada para pemenang Kompetisi Kataku dan Lomba Ranking Satu. Plakat penghargaan juga diberikan mahasiswa KKN-T Tematik Literasi Unhas kepada sekolah-sekolah yang aktif mendukung gerakan literasi di Kelurahan Jaya.
Apresiasi Literasi Tingkat Kelurahan itu menjadi salah satu hasil nyata dari rangkaian gerakan literasi yang dibangun secara kolaboratif. Penghargaan tersebut bukan hanya soal trofi, tetapi menjadi penanda bahwa budaya membaca, berpikir, berkarya, dan percaya diri mulai mendapat ruang yang semakin kuat di tengah masyarakat.
Setelah 13 tahun perjalanan, Sahabat KITA menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang belajar, ruang berkarya, dan ruang bertumbuh bagi anak-anak Pinrang. Sebab, perubahan besar tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar—kadang ia tumbuh dari sebuah buku, sebuah ruang belajar, dan anak-anak yang diberi kesempatan untuk bermimpi.(Cr/Ag4ys)
Citizen Reporter: Nurhidayah Mantong (Guru SMPN 9 Lembang –Pinrang)













