PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Remaja Tewas Usai Tawuran Tallo, Polisi Akui Lepaskan Tembakan • UMKM Sudah Berizin, Tapi Masih Dipungut, ABDSI Soroti Celah Tata Kelola Ruang Publik • Jalan Aroepala Kembali Dibuka, Akses Gowa-Makassar Kini Lancar • Training Jurnalistik HMPS JI IAIN Parepare Bekali Maba Hadapi Dunia Pers • Kisah Mahasiswa Makassar Jadi Ojol Maxim Untuk Biayai Kuliah • Ketika Media Online Menjadi Ruang Bullying bagi Mahasiswa • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Remaja Tewas Usai Tawuran Tallo, Polisi Akui Lepaskan Tembakan • UMKM Sudah Berizin, Tapi Masih Dipungut, ABDSI Soroti Celah Tata Kelola Ruang Publik • Jalan Aroepala Kembali Dibuka, Akses Gowa-Makassar Kini Lancar • Training Jurnalistik HMPS JI IAIN Parepare Bekali Maba Hadapi Dunia Pers • Kisah Mahasiswa Makassar Jadi Ojol Maxim Untuk Biayai Kuliah • Ketika Media Online Menjadi Ruang Bullying bagi Mahasiswa •
Sulsel

28.443 Ton Beras Digelontorkan untuk Warga Sulsel, Bulog: Tak Perlu Panic Buying

92
×

28.443 Ton Beras Digelontorkan untuk Warga Sulsel, Bulog: Tak Perlu Panic Buying

Sebarkan artikel ini
bersa sulsel
Gubernur Sulsel Sulsel Andi Sudirman Sulaiman bersama Perum Bulog Kanwil Sulselbar meluncurkan secara simbolis, 28.433 ton beras untuk memenuhi kebutuhan bantuan pangan masyarakat Sulawesi Selatan selama tiga bulan, di KDKMP Kelurahan Untia, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Kamis (13/8/2026).

MAKASSAR — Sebanyak 28.443 ton beras disiapkan untuk memenuhi kebutuhan bantuan pangan masyarakat Sulawesi Selatan selama tiga bulan. Pemerintah memastikan stok beras aman, sementara distribusi bantuan mulai digerakkan melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Penyaluran bantuan pangan beras untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026 tersebut resmi diluncurkan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman bersama Perum Bulog Kanwil Sulselbar di KDKMP Kelurahan Untia, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Kamis (13/8/2026).

Pelepasan armada distribusi menjadi penanda dimulainya penyaluran bantuan kepada 948.089 Penerima Bantuan Pangan (PBP) di Sulsel. Setiap penerima memperoleh 10 kilogram beras per bulan.

Dengan jumlah penerima tersebut, beras yang disalurkan mencapai 9.480.890 kilogram atau sekitar 9.481 ton setiap bulan. Jika dihitung untuk tiga bulan, totalnya mencapai 28.442.670 kilogram atau sekitar 28.443 ton.

Gubernur Andi Sudirman mengatakan pemanfaatan KDKMP dalam distribusi bantuan pangan menjadi langkah baru di Sulsel. Skema tersebut diharapkan tidak hanya mempercepat penyaluran, tetapi juga memperkuat peran koperasi desa dan kelurahan dalam mendukung kebutuhan masyarakat.

“Kami bersama Perum Bulog Kanwil Sulselbar melakukan pemanfaatan Kopdes Merah Putih. Dan ini kali pertama dilakukan di Sulsel untuk menyalurkan bantuan beras ke masyarakat,” ujar Andi Sudirman.

Menurutnya, bantuan pangan tersebut merupakan bagian dari paket stimulus ekonomi 2026 yang diarahkan pemerintah pusat untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan pangan keluarga tetap terpenuhi.

“Penyaluran bantuan pangan beras ini sebagai salah satu paket stimulus ekonomi tahun 2026 merupakan program direktif Bapak Presiden Prabowo Subianto melalui Menko Pangan untuk memanfaatkan Kopdes Merah Putih, terutama bantuan subsidi pangan masyarakat,” jelasnya.

Pemprov Sulsel selanjutnya mendorong koordinasi antara organisasi perangkat daerah yang menangani urusan pangan, Dinas Sosial kabupaten/kota, dan Perum Bulog agar distribusi bantuan berjalan sesuai sasaran dan jadwal.

Di tengah penyaluran bantuan tersebut, Bulog juga memastikan ketersediaan beras di Sulsel masih aman. Pimpinan Wilayah Perum Bulog Sulselbar Fahrurozi menyebut stok beras yang tersedia saat ini mampu menopang kebutuhan hingga beberapa bulan ke depan.

“Stok pangan beras kita per hari ini ada sekitar 862 ribu ton, artinya stok kita bisa mencukupi 10 bulan ke depan dan masih bisa dijamin ketahanan pangan masyarakat,” ungkap Fahrurozi.

Bulog menyatakan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di gudang masih mencukupi untuk mendukung penyaluran bantuan sekaligus menjaga stabilitas harga beras di pasar selama periode distribusi.bersa sulsel2

Fahrurozi juga memastikan kesiapan logistik telah dilakukan agar bantuan dapat disalurkan tepat sasaran dan sesuai jadwal. Ia meminta masyarakat tidak merespons situasi pasar dengan membeli beras secara berlebihan.

“Jadi tidak perlu panic buying karena stok beras di Sulsel cukup melimpah,” tegasnya.

Dengan bantuan hampir 28,5 ribu ton beras dalam tiga bulan, pemerintah berharap program tersebut menjadi bantalan bagi masyarakat berpenghasilan rendah sekaligus menjaga stabilitas pangan Sulsel di tengah kebutuhan ekonomi yang terus bergerak. (Cr/Ag4ys)

Citiyen Reporter: Yusril Irhaz

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Kirim Komentar

📢 Mohon utamakan adab, etika, dan sopan santun dalam berkomentar. Semua komentar akan melewati proses moderasi sebelum diterbitkan.

Konten dilindungi © Mediasulsel.com