MAKASSAR — Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, membuka Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang digelar Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Makassar di Masjid Raya Makassar, Senin (31/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi anggota DWP untuk kembali merefleksikan keteladanan Rasulullah SAW, tidak hanya sebagai pemimpin umat, tetapi juga sebagai suami dan kepala keluarga.
Dalam sambutannya, Melinda mengajak seluruh peserta menjadikan kecintaan kepada Rasulullah SAW sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Salah satunya dengan memperbanyak salawat sebagai bentuk penghormatan sekaligus pengingat terhadap sosok Nabi Muhammad SAW sebagai panutan umat Islam.
“Jangan hanya mengingat Rasulullah ketika Maulid. Setiap hari kita harus memperbanyak salawat, terlebih pada hari Jumat. Karena Rasulullah adalah panutan kita, pembawa risalah Islam sekaligus pemimpin umat,” ujar Melinda.
Ia kemudian menekankan pentingnya peran perempuan dalam mendukung suami, khususnya bagi anggota DWP yang mendampingi suami dalam menjalankan tugas kedinasan.
Menurut Melinda, dukungan seorang istri tidak selalu berkaitan dengan materi. Doa, perhatian, serta kemampuan mengelola urusan rumah tangga juga menjadi bagian penting dalam membantu suami menjalankan amanahnya. Di sisi lain, seorang ibu memiliki peran sebagai madrasah pertama bagi anak-anak.
“Peran kita sebagai istri adalah mendoakan suami, mendukung pekerjaannya, menjadi madrasah bagi anak-anak, dan memastikan urusan rumah selesai sehingga tidak menjadi beban tambahan bagi suami,” tuturnya.
Melinda mengingatkan agar dukungan kepada suami diberikan dengan penuh pengertian dan tidak berubah menjadi tuntutan yang berlebihan. Ia menilai keluarga semestinya menjadi sumber kekuatan bagi suami dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
“Kalau suami sedang bekerja, mari kita doakan agar pekerjaannya dimudahkan dan dapat dijalankan dengan baik. Jangan sampai tuntutan kita justru membuat suami melakukan sesuatu yang melanggar aturan,” katanya.
Lebih jauh, Melinda mengajak perempuan meneladani Rasulullah SAW dalam menjalankan berbagai peran secara bertanggung jawab. Menurutnya, kepemimpinan yang baik tidak hanya terlihat dari kemampuan memimpin orang lain, tetapi juga dari kemampuan membangun keluarga.
“Rasulullah memberikan contoh bahwa menjadi pemimpin bukan hanya tentang bagaimana kita memimpin orang lain, tetapi juga bagaimana kita menjadi pasangan dan orang tua yang baik di dalam rumah,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya komunikasi dan saling menghormati dalam kehidupan rumah tangga. Setiap aktivitas di luar rumah, kata dia, perlu dibangun atas dasar komunikasi dan kesepahaman antara suami dan istri, tanpa mengabaikan tanggung jawab terhadap keluarga.
Melinda berharap peringatan Maulid Nabi tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga, pekerjaan, maupun lingkungan masyarakat.
Peringatan Maulid DWP Kota Makassar turut dirangkaikan dengan pembagian hadiah dan doorprize bagi peserta. Sejumlah hadiah, termasuk mesin cuci, diberikan kepada pemenang undian, di antaranya Ibu Hajra dari Dinas Kebudayaan, Ibu Dian dari Kecamatan Panakkukang, Ibu Nurlaila dari Dinas Tata Ruang, serta Ibu Dewi Fari dari Perpustakaan.
Melinda mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut dan berharap momentum Maulid semakin mempererat silaturahmi serta kebersamaan antaranggota DWP Kota Makassar.
“Semoga Maulid ini tidak hanya menjadi peringatan, tetapi menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus menghadirkan akhlak Rasulullah dalam keluarga, dalam pekerjaan, dan dalam kehidupan bermasyarakat,” pungkasnya.(70n)













