JAKARTA — Kerja sama Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (FEB UNUSIA) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muslim Indonesia (FEB UMI) mulai diarahkan ke tahap implementasi konkret. Sebanyak 42 Implementation Agreement (IA) disepakati untuk memperkuat pengembangan akademik, riset, pengabdian kepada masyarakat hingga tata kelola perguruan tinggi.
Kesepakatan tersebut ditandai melalui kegiatan benchmarking dan penandatanganan IA yang berlangsung di Ruang Rapat BPP UNUSIA Jakarta, Kamis (10/9/2026). Kerja sama melibatkan Program Studi Akuntansi dan Ekonomi Syariah FEB UNUSIA dengan sejumlah pengelola program di FEB UMI.
Melalui keterangan tertulisnya, Dekan FEB UNUSIA, Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak., menegaskan kerja sama tersebut tidak boleh berhenti pada dokumen kesepakatan. Setiap program harus memiliki jadwal, penanggung jawab dan luaran yang dapat diukur.
“Kesepakatan ini harus diterjemahkan menjadi kegiatan terjadwal, penanggung jawab yang jelas, serta luaran yang memperkuat mutu kedua institusi,” ujarnya.
Ruang lingkup kerja sama mencakup sembilan agenda utama. Tiga di antaranya berupa pertukaran dosen, kolaborasi penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan jenjang S1, S2, S3 dan Pendidikan Profesi Akuntan (PPAk) UMI. Program pengabdian juga dapat dikembangkan melalui keterlibatan narasumber dalam webinar sesuai kebutuhan.
Kerja sama kemudian diperluas ke penguatan kompetensi praktis dan tata kelola. FEB UNUSIA dan FEB UMI menyepakati joint workshop pelatihan Accurate dan Galeri Investasi, benchmarking tata kelola program studi dan jurnal, serta penyelarasan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE).
Selain itu, kedua fakultas akan melakukan benchmarking terkait asesmen Beban Kerja Dosen (BKD), serta visi, misi, tujuan dan sasaran (VMTS). Seluruh agenda tersebut diarahkan untuk saling berbagi pengalaman sekaligus memperkuat standar pengelolaan akademik.
Koordinator Pengawas Yayasan Wakaf UMI sekaligus Guru Besar Akuntansi FEB UMI, Prof. Dr. Muh. Darwis Lannai, S.E., M.M., Ak., CA., menekankan pentingnya memastikan kerja sama memberikan hasil yang dapat dievaluasi.
“Kolaborasi perguruan tinggi harus menghadirkan manfaat yang dapat dievaluasi, memperkuat integritas akademik, dan menjawab kebutuhan masyarakat,” tuturnya.
Ketua Prodi Akuntansi FEB UNUSIA, Habsyah Fitri Aryani, M.Ak., menilai pertukaran pengalaman pengelolaan program studi akan memperkuat pembelajaran, pengembangan jurnal dan keselarasan kurikulum dengan kebutuhan kompetensi lulusan. Sementara Ketua Prodi Ekonomi Syariah FEB UNUSIA, Asiroch Yulia Agustina, M.E.I., melihat kolaborasi riset dan pengabdian sebagai ruang memperluas pengembangan ekonomi syariah yang relevan dengan persoalan masyarakat.
Dari FEB UMI, sejumlah pengelola program turut menegaskan komitmen terhadap implementasi kerja sama, di antaranya Ketua Prodi S1 Akuntansi Dr. Andi Nurwanah, Ketua Magister Akuntansi Dr. H. Asri Ady Bakri, Ketua Program Studi Doktor Ilmu Akuntansi Dr. Tenriwaru, Ketua PPAk Dr. Asriani Junaid dan Kepala Laboratorium Akuntansi Dr. Julianty Sidik Tjan. Mereka menilai benchmarking, pertukaran dosen, riset bersama, asesmen BKD, penguatan kurikulum serta pelatihan praktis dapat menjadi instrumen peningkatan mutu kedua institusi.
Wakil Dekan FEB UNUSIA, Maryam, M.Psi., menegaskan implementasi kerja sama membutuhkan koordinasi yang konsisten, mulai dari kesiapan dosen dan keterlibatan mahasiswa hingga evaluasi berkelanjutan. Dengan 42 IA yang menjadi dasar agenda bersama, kerja sama FEB UNUSIA dan FEB UMI diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan, tetapi menghasilkan program yang terukur dan berdampak bagi pengembangan pendidikan tinggi. (Ag4ys)













