MAKASSAR—Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU membuat Pemerintah Kota Makassar mengambil langkah taktis. Mulai hari ini, Sabtu (12/9/2026), siswa jenjang PAUD, SD hingga SMP di Kota Makassar sementara belajar dari rumah melalui sistem pembelajaran daring.
Kebijakan tersebut diambil Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi untuk menekan mobilitas kendaraan di tengah antrean BBM yang dalam beberapa hari terakhir terjadi di sejumlah titik. Pemkot menilai aktivitas antar-jemput pelajar turut berkontribusi terhadap tingginya pergerakan kendaraan, terutama pada jam masuk dan pulang sekolah.
“Saya sudah instruksikan Ibu Kadis Pendidikan keluarkan edaran agar siswa PAUD sampai SMP sekolah daring, mulai besok,” ujar Appi, Jumat (11/9/2026).
Menurut Appi, kebijakan tersebut merupakan respons pemerintah terhadap kondisi yang dirasakan langsung masyarakat. Selain antrean BBM yang mengular, kepadatan kendaraan di sekitar SPBU juga mulai memengaruhi kelancaran lalu lintas di sejumlah ruas jalan.
Appi mengatakan, pembelajaran dari rumah tidak berarti proses pendidikan dihentikan. Kegiatan belajar tetap berjalan dengan memanfaatkan sistem daring, sementara mobilitas siswa dan orang tua menuju sekolah dikurangi untuk sementara waktu.
“Ini kita lakukan sebagai langkah taktis untuk merespons kondisi antrean BBM yang terjadi. Kita ingin aktivitas masyarakat tetap berjalan, tetapi mobilitas yang tidak terlalu mendesak bisa kita tekan sementara,” katanya.
Kebijakan tersebut akan berlaku mulai 12 September 2026 hingga beberapa hari ke depan. Pemkot Makassar akan mengevaluasi pelaksanaannya berdasarkan perkembangan kondisi antrean serta ketersediaan dan distribusi BBM di lapangan.
Langkah itu diambil setelah Appi sebelumnya mendatangi Kantor PT Pertamina Regional Sulawesi di Jalan Garuda, Makassar, untuk mencari solusi atas persoalan antrean BBM. Setelah pertemuan tersebut, Appi turun langsung memantau kondisi sejumlah SPBU, salah satunya SPBU di Jalan Ratulangi, Kecamatan Mamajang.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Achi Soleman membenarkan pihaknya tengah menyiapkan surat edaran sebagai tindak lanjut instruksi wali kota. Menurutnya, pembelajaran daring dipilih agar kegiatan pendidikan tetap berjalan sekaligus mengurangi mobilitas pelajar dan orang tua selama kondisi antrean BBM belum normal.
“Sesuai arahan Bapak Wali Kota, kami sedang menyusun edaran untuk penerapan pembelajaran daring sebagai respons terhadap kondisi antrean BBM,” kata Achi. Ia menegaskan, teknis pelaksanaan pembelajaran dari rumah akan diatur dalam surat edaran Dinas Pendidikan Kota Makassar. (70n)
Antrean BBM Ganggu Mobilitas, Appi Alihkan Siswa PAUD-SMP Belajar dari Rumah













