MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar memperkuat jaringan Kios Pangan Binaan Dinas Ketahanan Pangan (DKP) sebagai salah satu instrumen menjaga ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok di tengah masyarakat.
Penguatan tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Kios Pangan yang digelar di Ruang Rapat Wakil Wali Kota Makassar, Rabu (16/9/2026).
Rapat dipimpin Kepala DKP Kota Makassar, Dr. Nirman Niswan Mungkasa, ST., M.A.P., dan dihadiri Kepala Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Rahmaniar Samsul, S.P., M.Si., jajaran DKP, Lurah Bontorannu, Kecamatan Mariso, Lurah Panaikang, Kecamatan Panakkukang, serta perwakilan Kios Pangan dari kedua wilayah tersebut.
Dalam kesempatan itu, DKP Kota Makassar menandatangani perjanjian kerja sama dengan lima Kios Pangan. Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Kios Pangan Binaan DKP Kota Makassar kepada para pengelola kios.
Kios yang terlibat dalam program tersebut di antaranya Toko R8 Mart, Toko Surya Sembako, Toko Farza dan Toko Yanti 88 yang berada di wilayah Kecamatan Mariso dan Panakkukang.
Nirman mengatakan, keberadaan Kios Pangan Binaan tidak sekadar menjadi titik penjualan bahan pokok, tetapi memiliki fungsi strategis dalam menjaga ketahanan dan stabilitas pangan di tingkat masyarakat.
Menurutnya, terdapat sejumlah tugas utama yang harus dijalankan Kios Pangan Binaan, yakni menjaga ketersediaan pangan, menjaga harga dan mutu, memberikan pelayanan kepada masyarakat, serta memastikan data dan pelaporan berjalan dengan baik.
“Keberadaan kios pangan ini merupakan komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam menjaga stabilitas pangan di tingkat masyarakat sekaligus membuka akses dan kemudahan bagi masyarakat untuk memperoleh bahan pokok yang murah dan berkualitas,” tegas Nirman.
Sementara itu, Kabid Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan DKP Kota Makassar, Rahmaniar Samsul, menjelaskan Kios Pangan Binaan dibentuk untuk memastikan masyarakat memperoleh pangan pokok dan strategis dengan akses yang lebih mudah serta harga yang wajar.
Kios tersebut juga diposisikan sebagai outlet atau kanal distribusi yang dapat diandalkan pemerintah ketika diperlukan intervensi untuk menjaga stabilitas pangan.
Selain itu, jaringan Kios Pangan diharapkan memperkuat rantai distribusi antara pemerintah daerah, pemasok atau BUMN pangan, pelaku usaha dan masyarakat.
“Keberadaan Kios Pangan juga mendukung pengendalian gejolak harga dan inflasi pangan di tingkat lokal,” jelas Rahmaniar.
Menurutnya, program tersebut sekaligus diarahkan untuk membangun basis data terkait penyaluran, stok dan harga pangan. Data tersebut nantinya menjadi bahan monitoring dan pertimbangan dalam menentukan kebijakan pangan daerah.
Rahmaniar berharap Kios Pangan Binaan DKP dapat semakin mendekatkan akses kebutuhan pokok kepada masyarakat sekaligus membantu menjaga harga pangan tetap dalam batas kewajaran.

“Dengan hadirnya Kios Pangan di Kota Makassar, kami berharap masyarakat semakin mudah memperoleh kebutuhan pangan yang terjangkau dan berkualitas,” ujarnya.
Penguatan jaringan Kios Pangan tersebut menjadi bagian dari langkah Pemkot Makassar memperkuat distribusi pangan hingga tingkat wilayah. Dengan jaringan yang semakin dekat dengan masyarakat, pemerintah berharap akses terhadap bahan pokok dapat lebih mudah sekaligus mendukung upaya menjaga kestabilan harga pangan di Kota Makassar.(Red1)













