PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Gaza Diusir, Al-Aqsa Dinodai: Di Mana Perisai Umat?KPK Geledah 3 Ruang Dirjen ATR/BPN, Ruang Nusron Wahid Belum DisentuhMakassar Catat Temuan HIV-AIDS Tertinggi di Sulsel, Aliyah Dorong Pencegahan DiperkuatAppi Minta Mahasiswa Baru UC Makassar Tak Cuma Kejar IPK, Bangun Leadership dan NetworkingJufri Rahman Tutup Hampir 40 Tahun Pengabdian di Upacara HKNKeracunan Massal MBG: Kegagalan Sistemik Negara dalam Menjamin Keamanan Pangan GenerasiPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Gaza Diusir, Al-Aqsa Dinodai: Di Mana Perisai Umat?KPK Geledah 3 Ruang Dirjen ATR/BPN, Ruang Nusron Wahid Belum DisentuhMakassar Catat Temuan HIV-AIDS Tertinggi di Sulsel, Aliyah Dorong Pencegahan DiperkuatAppi Minta Mahasiswa Baru UC Makassar Tak Cuma Kejar IPK, Bangun Leadership dan NetworkingJufri Rahman Tutup Hampir 40 Tahun Pengabdian di Upacara HKNKeracunan Massal MBG: Kegagalan Sistemik Negara dalam Menjamin Keamanan Pangan Generasi
Makassar

Appi Minta Mahasiswa Baru UC Makassar Tak Cuma Kejar IPK, Bangun Leadership dan Networking

10
×

Appi Minta Mahasiswa Baru UC Makassar Tak Cuma Kejar IPK, Bangun Leadership dan Networking

Sebarkan artikel ini
Kuliah Umum Appi
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi saat memberikan kuliah umum kepada mahasiswa baru tahun akademik 2026 Universitas Cokroaminoto Makassar, Rabu (16/9/2026).

MAKASSAR — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi mengingatkan mahasiswa baru Universitas Cokroaminoto (UC) Makassar agar tidak menjadikan bangku kuliah sekadar tempat mengejar ijazah.

Menurut Appi, masa perkuliahan merupakan momentum penting untuk membangun kapasitas diri, karakter kepemimpinan sekaligus memperluas jaringan yang dapat menjadi modal menghadapi masa depan.

Pesan itu disampaikan Appi saat menghadiri kuliah umum mahasiswa baru tahun akademik 2026 Universitas Cokroaminoto Makassar, Rabu (16/9/2026).

Di hadapan civitas akademika dan mahasiswa baru, Appi mengatakan fase awal perkuliahan menjadi titik penting bagi mahasiswa dalam menentukan arah perjalanan mereka setelah menyelesaikan pendidikan.

Ia menilai proses pembentukan diri tidak cukup hanya berlangsung di ruang kelas. Pengalaman organisasi, interaksi sosial dan kemampuan membangun networking juga menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja dan kehidupan setelah kampus.

“Di sinilah letak dasar dari mana mahasiswa baru menentukan ke mana arah yang akan ditempuh, ke mana jalan yang akan kita jalani, dan mau jadi apa kita setelah itu,” kata Appi.

Karena itu, Appi meminta mahasiswa tidak menghindari organisasi kampus. Menurutnya, organisasi menjadi salah satu ruang untuk mengasah kemampuan memimpin, bekerja dalam tim dan membentuk karakter.

“Leadership ini tidak hanya bisa didapatkan dari bangku kuliah. Salah satu pengalaman itu adalah organisasi, organisasi kampus yang membentuk karakter kepemimpinan,” tuturnya.

“Maka dari itu, anak-anakku sekalian mahasiswa baru, jangan alergi untuk ikut di dalam organisasi-organisasi yang ada di kampus,” lanjut mantan CEO PSM tersebut.

Selain kepemimpinan, Appi menekankan pentingnya membangun jaringan sejak mahasiswa. Kampus, kata dia, bukan hanya tempat memperoleh ilmu, tetapi juga ruang memperluas pertemanan, sahabat, akses dan koneksi yang dapat menjadi modal sosial di masa depan.

“Minimal masuk kuliah ini bertambah teman, bertambah sahabat, bertambah link, bertambah akses untuk memastikan masa depan itu bisa terhubung satu dengan yang lainnya melalui networking yang sudah kita bangun,” imbuhnya.

Appi kemudian membagikan pengalaman pribadinya saat menempuh pendidikan. Ia mengaku mulai membiayai kuliahnya sendiri sejak semester dua dengan bekerja sebagai penyiar radio.

Ia harus membagi waktu antara pekerjaan dan perkuliahan hingga akhirnya menyelesaikan pendidikan S1 Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin dalam waktu enam tahun.

Pengalaman tersebut, menurut Appi, membentuk cara pandangnya bahwa pendidikan formal hanyalah salah satu bagian dari proses membangun masa depan. Kemauan belajar, kemampuan beradaptasi, membangun relasi dan keberanian mengambil peluang juga menjadi faktor penting.

Dengan latar belakang pendidikan hukum, Appi mengaku harus mempelajari banyak bidang baru ketika dipercaya memimpin sejumlah perusahaan.

“Dengan latar belakang pendidikan hukum, saya harus mempelajari berbagai bidang yang sebelumnya tidak saya kuasai ketika dipercaya menjadi pimpinan perusahaan,” kenangnya.

Tak hanya berbicara soal masa depan mahasiswa, Appi juga mengajak mahasiswa baru yang datang dari berbagai daerah untuk ikut mengambil bagian dalam kehidupan Kota Makassar.

Ia mengatakan keberadaan mahasiswa turut memberikan dampak terhadap aktivitas sosial dan ekonomi kota. Karena itu, mahasiswa yang tinggal di Makassar diminta ikut menjaga lingkungan agar tetap tertib, bersih dan nyaman.

“Saya berharap mahasiswa yang masuk ke Kota Makassar meneruskan berkarya di Makassar. Maka dari itu sangat penting kita jaga secara bersama-sama karena dampak yang dibikin itu sangat baik,” harapnya.

Persoalan sampah menjadi salah satu perhatian yang disampaikan Appi. Ia meminta mahasiswa mulai membangun kebiasaan memilah sampah dari tempat tinggal masing-masing, termasuk rumah kos, sebelum membawanya ke lingkungan kampus.

“Persoalan sampah tidak lagi hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tapi ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memastikan kota ini menjadi kota yang bersih, kota yang indah, dan kota yang sehat,” tegasnya.

Menutup pesannya, Appi memperkenalkan gagasan impactful governance, yakni pemerintahan yang tidak berhenti pada tata kelola, tetapi harus menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami hadir sebagai pemerintah itu ada guna dan tujuannya, dan yang lebih penting lagi bahwa pemerintahan yang kami jalankan harus berdampak langsung dan berdampak nyata kepada masyarakat,” tutup Appi. (70n)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Kirim Komentar

📢 Mohon utamakan adab, etika, dan sopan santun dalam berkomentar. Semua komentar akan melewati proses moderasi sebelum diterbitkan.

Konten dilindungi © Mediasulsel.com