BONE — Pengusutan dugaan persoalan pengelolaan aset di Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Wae Manurung Kabupaten Bone mengarah pada transaksi kendaraan yang melibatkan aset perusahaan.
Dalam pendalaman yang dilakukan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Bone, istri Direktur PDAM Wae Manurung Bone disebut telah menjalani klarifikasi.
Pemeriksaan itu berkaitan dengan transaksi kendaraan yang disebut dibeli untuk kepentingan PDAM Wae Manurung Bone melalui skema pembiayaan atau leasing.
Sorotan muncul karena sebelum kendaraan baru tersebut diperoleh secara cicilan, PDAM Wae Manurung Bone disebut lebih dulu menjual kendaraan lama yang berstatus aset perusahaan pada akhir 2025.
Penjualan kendaraan lama itu diduga tidak dilakukan melalui mekanisme lelang. Kondisi tersebut kini menjadi salah satu bagian yang didalami dalam proses pengusutan.
Tak hanya soal pelepasan aset, aparat juga menelusuri aliran dana yang berkaitan dengan transaksi kendaraan baru. Salah satu informasi yang mencuat adalah adanya dana yang disebut masuk ke rekening pribadi istri Direktur PDAM Bone.
Penyidik Kejari Bone, Yogi, membenarkan adanya klarifikasi terhadap pihak yang berkaitan dengan transaksi tersebut.
“Kalau terkait ini iya benar sudah diklarifikasi sehubungan dengan keterkaitan antara aset mobil dengan pihak leasing (pembiayaan),” ujar Yogi, Selasa (22/9/2026).
Namun, Yogi belum membeberkan materi pemeriksaan, termasuk informasi mengenai dugaan aliran dana ke rekening istri Direktur PDAM Bone.
“Kalau untuk detailnya maaf bang belum bisa kami sampaikan,” katanya.
Rangkaian transaksi tersebut kini menjadi sorotan, mulai dari status dan nilai kendaraan lama, dasar serta mekanisme penjualannya, penggunaan hasil penjualan aset, hingga proses pembelian kendaraan baru melalui leasing.
Pertanyaan lain yang ikut didalami adalah apakah terdapat keterkaitan antara pembayaran kendaraan tersebut dengan rekening pribadi pihak yang diperiksa.
Hasil pendalaman BPKP dan Kejari Bone nantinya diharapkan dapat mengurai secara utuh alur transaksi sekaligus memastikan apakah pengelolaan dan pengadaan aset PDAM Bone telah berjalan sesuai ketentuan.
Sementara itu, Direktur PDAM Wae Manurung Bone Bachtiar Sairing telah dikonfirmasi sejak Sabtu (19/9/2026) terkait pemeriksaan terhadap istrinya serta informasi mengenai pembelian kendaraan secara kredit setelah penjualan mobil aset PDAM. Hingga berita ini ditulis, Bachtiar belum memberikan klarifikasi.(45r)










