JENEPONTO — Sebanyak 67 guru dari 11 kecamatan di Kabupaten Jeneponto disiapkan menjadi penggerak program nasional 1 Juta Guru Mahir Koding. Mereka mengikuti Training of Trainer (TOT) yang digelar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Jeneponto bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jeneponto.
Pelatihan tersebut resmi dibuka di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jeneponto, Selasa (6/10/2026). Pembukaan dilakukan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jeneponto, Basri, mewakili Kepala Dinas.
Peserta TOT merupakan perwakilan guru dari 11 kecamatan dengan jenjang pendidikan yang beragam, mulai dari TK, SD, SMP hingga SMA/SMK.
Mereka nantinya tidak hanya mengikuti pelatihan, tetapi juga ditugaskan menularkan pengetahuan yang diperoleh kepada guru lainnya di gugus dan kecamatan masing-masing.
Basri mengatakan kemampuan guru beradaptasi dengan perkembangan teknologi menjadi kebutuhan yang tidak bisa lagi diabaikan. Terlebih, anak-anak saat ini tumbuh di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI).
“Anak-anak kita sudah hidup di era AI. Jangan sampai guru kita gagap teknologi,” kata Basri.
Menurutnya, program 1 Juta Guru Mahir Koding bukan semata-mata mengajarkan penggunaan komputer. Lebih dari itu, guru didorong memahami cara berpikir logis, sistematis, dan kreatif yang menjadi bagian penting dalam pembelajaran koding.
Ia berharap 67 guru peserta TOT dapat menjadi awal dari perubahan digital di dunia pendidikan Kabupaten Jeneponto.
Ketua PGRI Kabupaten Jeneponto, Zaidil Amin, menegaskan organisasi yang dipimpinnya berkomitmen mengawal pelaksanaan program tersebut. Para peserta diharapkan menjadi kader yang mampu memperluas manfaat pelatihan kepada guru lainnya.
“67 guru perwakilan ini adalah kader terbaik. Tugas mereka setelah ini adalah menularkan ilmunya ke ribuan guru lainnya di Jeneponto,” ujar Zaidil Amin.
Program tersebut diharapkan tidak berhenti pada peningkatan kemampuan guru. Dalam jangka panjang, penguasaan koding di lingkungan pendidikan diharapkan ikut mendorong lahirnya generasi Jeneponto yang tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga dapat menciptakan teknologi. (5353)













