TAKALAR – Dalam rangkaian kegiatan Dies Natalisnya yang ke 50, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Universitas Hasanuddin Makasar, Selasa (6/2) melakukan bakti sosial di desa Aeng batu batu kecamatan Galesong Utara.
Dalam bakti sosial yang digelar sebagai wujud salah satu tri dharma perguruan tinggi, yaitu pengabdian masyarakat tersebut, dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Dr. Ir. Abd. Rasyd Jalil, M. Si, Dekan FIKP Unhas Dr. Ir. Siti Aisha Farhum, Wakil Bupati Takalar H. Achmad Dg. Se’re, S. Sos, Kadis Perikanan dan Kelautan Provinsi Sulawesi Selatan, diwakili Kabid Penangkapan Ir. Safaruddin, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Takalar dan sekitar 50 orang Alumni FIKP.
Dekan FIKP Unhas Dr. Ir. Sitti Aisha Farhum dalam laporannya mengatakan kegiatan bakti sosial FIKP unhas mengambil tema “Setengah Abad Menuju Kejayaan Sektor Perikanan Nasional” dengan kegiatan penaburan benih udang windu sebanyak 200.000 ribu ekor, Ikan kakap putih 1000 ekor, serta penanaman pohon pelindung dan pohon produktif berupa pohon mangga, nangka dan sukun sebanyak 1000 pohon dan beberapa kegiatan lainnya, seperti pembersihan pantai dan pengobatan gratis.
“Memperingati setengah abad FIKP Unhas, kami mencoba melaukan sesuatu yang dapat bermanfaat untuk masyarakat, memberikan sesuatu yang lebih inovatif lagi, terkhusus di bidang perikanan,” terang Dr. Sitti Aisha.
Wakil Bupati Takalar, H. Achmad Dg. Se’re, S. Sos, dalam sambutannya mengatakan, Pemerintah Kabupaten Takalar sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan Fakultas Perikanan yang memberikan warna baru kepada warga takalar melalui program-program yang telah diterapkan dalam masyarakat terutama di wilayah pesisir.
Lebih lanjut Wabub menuturkan, bahwa pemerintah memang memiliki program dan tantangan besar dalam hal daerah pesisir dan penanaman pohon. Apalagi pemerintah dan masyarakat dihadapkan pada kurangnya budidaya ikan atau udang serta banyaknya lahan kosong yang ada di Kabupaten Takalar, namun baru-baru ini Pemerintah Kabupaten Takalar telah mencari solusi untuk mengatasi masalah tersebut dengan adanya Tambak Budidaya Air Payau di Boddia Galesong.
“Pencanangan kabupaten Takalar sebagai Kabupaten jagung, yang baru-baru ini dilaksanakan di Desa Timbuseng Kecamatan Polut yang menjadi tolok ukur sebagai landasan untuk mencegah lahan kosong yang ada di Kabupaten Takalar. Inilah yang kita adopsi untuk memunculkan kearifan dan partisipasi bersama seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Takalar,” tegas Dg Se’re. (f1t/464ys)












