PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • 24 PC Muslimat NU Dikerahkan Kawal 177.500 Susu untuk Anak Sulsel • 27 Tusukan Akhiri Hidup Istri di Samata, Suami Ditemukan Tewas Bakar Diri • 177.500 Pcs Susu Disalurkan ke Anak di 24 Kabupaten/Kota Sulsel • Makassar Jadi Pilot Project Nasional, 6.032 RT/RW Dikerahkan Kawal Warga Dapat Perlindungan Sosial • Family Gathering di Tanjung Bayang, Jajaran Kelurahan Bitowa Perkuat Kekompakan • Tetra Pak Dorong Hilirisasi Kelapa Indonesia dari Manado • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • 24 PC Muslimat NU Dikerahkan Kawal 177.500 Susu untuk Anak Sulsel • 27 Tusukan Akhiri Hidup Istri di Samata, Suami Ditemukan Tewas Bakar Diri • 177.500 Pcs Susu Disalurkan ke Anak di 24 Kabupaten/Kota Sulsel • Makassar Jadi Pilot Project Nasional, 6.032 RT/RW Dikerahkan Kawal Warga Dapat Perlindungan Sosial • Family Gathering di Tanjung Bayang, Jajaran Kelurahan Bitowa Perkuat Kekompakan • Tetra Pak Dorong Hilirisasi Kelapa Indonesia dari Manado •
News

Terima Hyundai Motor Group, Jokowi Bahas Pengembangan Mobil Listrik

738
×

Terima Hyundai Motor Group, Jokowi Bahas Pengembangan Mobil Listrik

Sebarkan artikel ini
Hyundai Motor Group

Presiden Joko Widodo menerima Bos Hyundai Motor Group dengan beberapa delegasinya untuk membicarakan perkembangan dunia otomotif di masa depan.

Salah satu yang dibahas adalah pengembangan kendaraan berbasis ramah lingkungan seperti mobil listrik dan mobil terbang.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto yang mendampingi Jokowi dalam pertemuan tersebut mengatakan Hyundai Motor Group, perusahaan otomotif yang berbasis di Seoul, Korea Selatan, ini memaparkan rencananya untuk membangun pabrik otomotif di Indonesia dan siap berproduksi pada tahun 2021 mendatang.

“Rencana investasi dari Hyundai Motor di Indonesia, sekaligus membicarakan masa depan teknologi daripada otomotif itu sendiri. Di dalamnya termasuk electrical vehicle, fuel cell vehicle, autonomous vehicle, bahkan industri ini sedang mempertimbangkan untuk flying vehicle, pembahasan seputar teknologi,” ungkap Airlangga di Istana Negara, Jakarta, Kamis (25/7).

Ditambahkannya, sebelum merealisasikan rencana investasi tersebut, Hyundai saat ini sedang melakukan studi di beberapa kawasan di Indonesia seperti Bekasi, Karawang, Purwakarta dan Subang yang kemungkinan akan menjadi lokasi pabrik. Mereka juga, kata Airlangga meminta insentif fiskal kepada pemerintah.

Insentif fiskal yang diminta oleh Hyundai adalah tax holiday terkait skema impor dengan beberapa negara, termasuk Korea Selatan. Pihak Hyundai Motor Group menargetkan akan mengekspor sebanyak 40 persen dari total produksi otomotifnya nanti.

Menurut Airlangga, Presiden Jokowi pun menyambut baik rencana investasi tersebut.

“Tentu Presiden positif menanggapi industri otomotif karena ini yang menjadi salah satu andalan untuk ekspor Indonesia ke depan. Itu salah satunya bagian dari mobil listrik,” ujar Airlangga.

Untuk memuluskan jalannya investasi tersebut, menurut Airlangga, pemerintah akan segera menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) terkait mobil listrik.

Dalam kesempatan yang sama Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pemerintah sedang menyiapkan Perpres dalam rangka mendukung industri otomotif, terutama yang berbasis listrik. Perpres tersebut, kata Sri Mulyani, akan terbit bulan ini.

Dengan regulasi dan investasi tersebut, Sri Mulyani mengatakan, harapan Jokowi agar Indonesia bisa menjadi pusat perkembangan otomotif berbasis listrik pada masa depan bisa terwujud. Indonesia, katanya, kelak tidak hanya memproduksi untuk kebutuhan dalam negeri api juga untuk ekspor.

“Karena otomotif ini supply chain-nya cukup kompleks, jadi kita tidak membangun untuk konsumsi dalam negeri saja. Tren dunia untuk kendaraan yang berbasis listrik sangat meningkat. Kita tidak hanya mendukung dari sektor otomotifnya saja tapi juga supply Chain-nya; seperti baterai. Nanti policy-nya akan diumumkan presiden. Satu tentang perpres mengenai ekosistem industri listriknya. PPnya berbagai macam treatment atau perlakuan insentif, seperti PPnBM kemudian jenis kendaraan mendapatkan insentif berdasarkan emisi ada di sana,” ungkap Sri Mulyani.

Terkait permintaan Hyundai Motor Groups mengenai tax holiday, Sri memastikan perusahaan itu akan mendapatkannya. Industri otomotif, katanya, memang sudah masuk kategori yang akan mendapatkan tax holiday.

Saat bertemu delegasi Hyundai, selain Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto, Presiden Jokowi juga didampingi Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Kepala Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong.  [voa]

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com