PANGKEP – Doa untuk Randi dan Yusuf Kardawi yang merupakan korban penembakan saat melakukan aksi demonstrasi menolak rencana pengesahan kitab Rancangan Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) dan RKPK di sekitaran gedung DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Kamis 26 September 2019 lalu kian berdatangan.
Kali ini, doa bersama untuk mengenang dua almarhum dari mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) itu datang dari sejumlah elemen mahasiswa, pemuda dan pelajar di Kabupaten Pangkep.
Sebelum menggelar doa bersama, acara yang dimotori Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pangkep ini melakukan bakar lilin sebagai tanda berkabung atas tewasnya dua mahasiswa yang tertembak dan terbentur benda tumpul dalam pengamanan demonstrasi secara represif aparat.
Korlap Aksi Solidaritas, Ansar berharap, peristiwa tersebut tidak terulang kembali. Ia menaruh harapan agar oknum atau pelaku penembakan dapat diungkap secepatnya.
“Semoga peristiwa ini tidak terulang lagi. Mahasiswa tidak mempunyai musuh dengan aparat. Musuh kami adalah ketidakadilan. Mari kita jadikan momentum ini sebagai melanjutkan kebangkitan mahasiswa sebagai pejuang moral dan agent of changed,” ujarnya, Senin ( 30/9/2019) malam.
Dalam aksinya, sejumlah mahasiswa juga melakukan aksi Teatrikal di Taman Musafir, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkep, dengan dilanjutkan pembacaan puisi untuk almarhum Randi dan Yusuf Kardawi. [SHR]








