Kader PMII Luka-luka Diduga Diseret Polisi Saat Demo di Mapolres Pangkep

Kader PMII Luka-luka Diduga Diseret Polisi Saat Demo di Mapolres Pangkep
Berebut Ban Bekas di halaman Mapolres Pangkep, satu orang kader PMII Pangkep Luka Saat di Seret Polisi. (Mediasulsel.com/Udin Syahruddin)

PANGKEP—Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Pangkep, Dandy Aditia menyayangkan tindakan represif aparat kepolisian Polres Pangkep terhadap kadernya yang menyuarakan aspirasi dalam pencegahan ilegal fishing dan kasus-kasus yang ada di Pangkep.

Salah satu kadernya dari PMII Cabang Pangkep, Nur Aiman (22) mengalami luka pada bagian leher dan pelipis saat di seret anggota kepolisian Polres Pangkep yang dialami saat aksi Pencegahan Ilegal Fishing di Kabupaten Pangkep.

Dijelaskan Dandy, sejak (8/6/2022) pihaknya memang diinstruksikan PKC (Pengurus Kordinator Cabang) PMII Sulsel seluruh cabang yang ada di Sulsel untuk menyuarakan aspirasinya di berbagai daerah.

Namun, ia menyayangkan tindakan kekerasan aparat yang harusnya mengayomi masyarakat.

“Tetapi, tindakan yang dilakukan kader PMII yang tengah melakukan aksi menyuarakan aspirasinya ditanggapi dengan sikap represif oleh aparat kepolisian Polres Pangkep, sehingga terdapat satu orang kader PMII Pangkep yang mengalami luka pada bagian leher dan pelipis,” kata Dandi Aditia, Jumat (10/6/2022).

“Kami atas nama organisasi PMII mengecam tindakan represif aparat Kepolisian Polres Pangkep yang tega menganiaya kader yang sedang menyampaikan kritik di halaman Mapolres Pangkep, pada 8 Juni kemarin,” tegas Dandi.

Berita Lainnya

Dandi meminta kepada Kapolres Pangkep bertanggungjawab atas perbuatannya yang mengakibatkan kader PMII Pangkep menjadi korban kekerasan dan mendapatkan luka-luka.

“Seharusnya pihak kepolisian Polres Pangkep tidak perlu melakukan hal ini kepada kader kami. Kami sangat menyayangkan sikap yang dilakukan anggota Kepolisian Polres Pangkep,” ujarnya.

Kader PMII Pangkep Luka-luka Diseret Polisi, Kapolres Dituntut Tanggungjawab
Berebut Ban Bekas di halaman Mapolres Pangkep, satu orang kader PMII Pangkep Luka Saat di Seret Polisi. (Mediasulsel.com/Udin Syahruddin)

Sebelumnya, aksi PMII Pangkep dilakukan pada hari Rabu 8 Juni 2022 kemarin, dengan mengangkat Grand Isu: Dwi Fungsi Kepolisian Hanya Pajangan:

  1. Menuntut pencopotan kapolrestabes dan Kapolsek Rappocini yang dinilai terlalu jauh mencampuri urusan internal PMII
  2. Meminta klarifikasi Kapolda Sulsel terkait keterlibatan kapolrestabes dan Kapolsek Rappocini yang dinilai terlalu jauh mengurusi internal PMII dan dianggap bukan menjadi penengah, melainkan menghalangi kader PMII menyampaikan protes kepada Ketua PB PMII.
  3. Polres Pangkep harus tegas dalam pencegahan ilegal fishing dan kasus-kasus yang ada di kepulauan kabupaten pangkep. (*)
Lihat Juga:  Pemerintah Menjawab Kontroversi UU Cipta Kerja

Berita terkait