PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Dandenpom Makassar Warning Prajurit, Jaga Sikap di Lapangan dan Tidak Sembarangan di Medsos • TACO dan MD Entertainment Kolaborasi di Film Filosofi Teras • 153 POKMAS Rumah Pangan B2SA di Makassar Didorong Terapkan Pola Konsumsi Sehat • Gubernur Sulsel Tegaskan, Sitti Husniah Talenrang Tetap Jalankan Tugas Selama Belum Ditahan • 4 Pintu Uang Bupati Gowa Dibongkar Polda Sulsel, Jejaknya Mengarah ke Rumah dan Mobil Miliaran • Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama IAMI, Imam Masjid Dunia Satukan Langkah di Jakarta • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Dandenpom Makassar Warning Prajurit, Jaga Sikap di Lapangan dan Tidak Sembarangan di Medsos • TACO dan MD Entertainment Kolaborasi di Film Filosofi Teras • 153 POKMAS Rumah Pangan B2SA di Makassar Didorong Terapkan Pola Konsumsi Sehat • Gubernur Sulsel Tegaskan, Sitti Husniah Talenrang Tetap Jalankan Tugas Selama Belum Ditahan • 4 Pintu Uang Bupati Gowa Dibongkar Polda Sulsel, Jejaknya Mengarah ke Rumah dan Mobil Miliaran • Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama IAMI, Imam Masjid Dunia Satukan Langkah di Jakarta •
InternasionalKriminal

Australia Bentuk Unit Intelijen Dunia Maya untuk Lacak Dana Teroris

938
×

Australia Bentuk Unit Intelijen Dunia Maya untuk Lacak Dana Teroris

Sebarkan artikel ini

Australia telah membentuk unit intelijen dunia maya untuk mengidentifikasi pendanaan terorisme, pencucian uang dan penipuan finansial di dunia maya, menurut pemerintah negara itu Selasa (9/8), karena adanya ancaman-ancaman “yang belum pernah ada sebelumnya” terhadap keamanan nasional.

Langkah itu merupakan perluasan landasan kebijakan besar Perdana Menteri konservatif Malcolm Turnbull, yang menang tipis dalam pemilihan ulang bulan lalu setelah berjanji memperbaiki keamanan dunia maya Australia dan mentransformasi negara menjadi pusat bisnis berteknologi tinggi.

Menteri Kehakiman Michael Keenan mengatakan unit baru tersebut, yang dibawahi badan pelacak uang Pusat Laporan dan Analissis Transaksi Australia (AUSTRAC), akan menyelidiki sarana-sarana pembayaran daring dan kejahatan finansial di dunia maya untuk melacak jaringan pencucian uang dan kriminal.

“Kami tahu bahwa penggunaan identitas-identitas palsu terus menjadi faktor kunci kejahatan serius dan terorganisir dan terorisme,” ujar Keenan dalam pernyataan tertulis.

Pernyataan itu mengatakan bahwa unit baru AUSTRAC itu akan bekerjasama dengan layanan pendukung identitas yang didanai pemerintah Australia dan Selandia Baru, ID Care, untuk menyasar penipuan-penipuan perekrutan pekerjaan yang digunakan sindikat-sindikat kriminal untuk menarik orang-orang tak bersalah mengirim uang di antara wilayah.

Unit baru itu juga akan bekerjasama dengan Jaringan Pelaporan Daring Kejahatan Dunia Maya Australia untuk mengidentifikasi pola dan tren yang dapat mengindikasikan penipuan-penipuan keuangan skala besar atau metodologi mereka, ujar Keenan.

Reuters sebelumnya melaporkan bahwa keputusan bank-bank besar Australia untuk berhenti menawarkan layanan pengiriman uang ke luar negeri telah mendorong bisnis transfer uang secara gelap, membuat pihak berwenang sulit melacaknya.

Bulan Februari, para peretas tak dikenal mencoba mencuri uang hampir US$1 miliar dari akun bank sentral Bangladesh di Federal Reserve Bank of New York, dan berhasil mentransfer $81 juta ke empat rekening di RCBC di Manila. [hd/voa]

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com