PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Sumbangan Gau Maraja Diduga Masuk Rekening Pribadi Kasi Umum Kecamatan Bontocani102 Siswa Baru SMK Kehutanan Negeri Makassar Dikukuhkan, Siap Jadi Rimbawan MudaRotasi Besar Kapolres Sulsel: 5 Kursi Berganti, Ini Daftar Komandan BaruLurah Bontoa Antar Langsung Bantuan Beras CPP ke Warga Sakit dan DisabilitasTambak Warga Ditimbun untuk Akses Pelabuhan Tonra, Ganti Rugi DipertanyakanMakassar Perkuat Kemitraan dengan Enrekang untuk Jaga Pasokan Pangan dan Stabilkan HargaPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Sumbangan Gau Maraja Diduga Masuk Rekening Pribadi Kasi Umum Kecamatan Bontocani102 Siswa Baru SMK Kehutanan Negeri Makassar Dikukuhkan, Siap Jadi Rimbawan MudaRotasi Besar Kapolres Sulsel: 5 Kursi Berganti, Ini Daftar Komandan BaruLurah Bontoa Antar Langsung Bantuan Beras CPP ke Warga Sakit dan DisabilitasTambak Warga Ditimbun untuk Akses Pelabuhan Tonra, Ganti Rugi DipertanyakanMakassar Perkuat Kemitraan dengan Enrekang untuk Jaga Pasokan Pangan dan Stabilkan Harga
Sulsel

Maraknya Eksploitasi Anak untuk Mencari Keuntungan, Kepala DP3A Dalduk: Walikota harus bergerak

579
×

Maraknya Eksploitasi Anak untuk Mencari Keuntungan, Kepala DP3A Dalduk: Walikota harus bergerak

Sebarkan artikel ini
Saya tidak mau lihat lagi ada anak dieksploitasi melanggar hak anak
Dr Fitriah Zainuddin, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A Dalduk KB) Sulsel.

MAKASSAR—Maraknya eksploitasi anak di kota Makassar yang digunakan untuk mencari keuntungan dijalan menjadi persoalan yang hingga saat belum terselesaikan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A Dalduk KB) Sulsel Fitriah Zainuddin mengatakan eksploitasi anak adalah tindakan melanggar Undang-Undang Perlindungan Anak.

“Anak yang di eksploitasi supaya masyarakat merasa iba dan kasihan sehingga memberikan sesuatu adalah tindakan melanggar undang-undang perlindungan anak yang harus hidup, tumbuh dan berkembang yang harus segera ditangani,” ungkapnya, Kamis (13/1/2022).

Ia menyebutkan Pemerintah kota Makassar melalui dinas terkait harus segera melakukan intervensi secara maksimal.

“Walikota makassar bersama dinas terkait harus segera bergerak karena mereka yang mempunyai warga. Masa tidak bisa, satu kali ji dia panggil Satpol PP, Dinas Sosial nya untuk melakukan penindakan, karena yang terjadi adalah tindakan melanggar aturan,” sebutnya .

Fitriah Zainuddin mengaku selama ini yang menjadi permasalahan karena pemerintah provinsi sulsel yang harus menangani penuh.

“Selama ini rancunya, masa kita urusi urusannya kota, dimana OPD nya, Walikota Makassar harus intervensi turun tangan masa warganya tidak bisa di tangani, satu kali ji perintah. Saya tidak mau lihat lagi ada anak dieksploitasi melanggar hak anak termasuk persoalan gelandangan dan pengemis (gepeng) pasti akan tertangani dengan cepat,” tegasnya.

Sebelumnya, lanjutnya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan pernah membentuk tim terpadu, namun tidak berjalan maksimal.

“Kita sangat mengecam adanya eksploitasi anak semacam ini, yang saat ini menjadi perhatian Plt Gubernur Sulsel, dan seharusnya Walikota Makassar harus segera menindaklanjuti dengan menggerakkan seluruh OPD terkait,” ucapnya.

Lebih jauh Kadis P3A Dalduk KB Sulsel pertama berlatar belakang dokter ini mengaku Walikota Makassar harus mengevaluasi secara menyeluruh apalagi hadirnya gepeng di jalanan sangat merusak pemandangan kota.

“Pak wali harus mengevaluasi secara menyeluruh, apalagi dengan pembangunan yang terus berjalan tentu adanya gepeng akan merusak pemandangan kota. Eksploitasi anak yang terjadi di jalan bisa membuat terjadinya tindakan kekerasan fisik dan seksual bahkan perdagangan anak, sehingga persoalan ini harus segera diselesaikan,” pungkasnya. (*)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com