Aice Komitmen Bantu UMKM dan Edukasi Masker ke Masyarakat
Produsen es krim nasional "Aice" Group menilai strategi pemulihan ekonomi yang sedang dijalankan oleh pemerintah perlu didukung oleh semua pemangku kepentingan termasuk sektor swasta, Sabtu (17/7/2021).

JAKARTA—Produsen es krim nasional “Aice” Group menilai strategi pemulihan ekonomi yang sedang dijalankan oleh pemerintah perlu didukung oleh semua pemangku kepentingan termasuk sektor swasta.

Meskipun geliat pembalikan kinerja perekonomian belum cukup kuat untuk mendorong kinerja semua sektor ke kondisi ideal sebelum pandemi, namun pelaku industri berharap pemulihan ekonomi bisa terjadi dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Aice juga menyatakan dukungannya atas langkah pemerintah yang terlihat sangat menggenjot pertumbuhan usaha kecil menengah dan mikro (UMKM) lewat berbagai stimulus pemerintah. Berbagai stimulus yang diarahkan ke jutaan UMKM di Indonesia, diyakini Aice Group akan menjadi pendorong daya beli yang riil di masyarakat.

Juru bicara sekaligus Brand Manager Aice Group, Sylvana menyampaikan dukungan atas langkah pemerintah memperkuat UMKM dan juga komitmen Aice dalam mendukungnya.

Dari awal hadir telah membuktikan dukungan dengan menggenjot pertumbuhan usaha kecil menengah dan mikro UMKM dengan inovasi menghadirkan es krim berkualitas yang bisa dinikmati oleh semua lapisan masyarakat.

“Kini, Aice telah berhasil membuktikan dukungannya dengan 250 ribu lebih UMKM serta upaya penanganan pandemi di sektor kesehatan yakni dengan edukasi dan pembagian masker. Dan bertepatan dengan Hari Es Krim Sedunia yang jatuh pada tanggal 18 Juli tahun ini, Aice akan memulai program membagikan Es Krim Susu Telur serta Masker medis ke berbagai lapisan masyarakat,” ujarnya.

Sylvana juga menjelaskan, UMKM memang menjadi porsi utama penjualan Aice dibandingkan dengan jaringan ritel modern misalnya. UMKM melalui jalur reseller pedagang ritel merupakan upaya Aice untuk memudahkan konsumen menikmati es krim dengan mudah, karena tersebar hingga ke wilayah perumahan mereka. Selain tentunya membantu UMKM dapat berkembang dan berdaya dengan program reseller.

Jika dulu es krim diposisikan oleh produsen sebagai barang yang “cukup mewah” dan hanya dekat dengan momen khusus konsumen, Aice membongkar kemapanan tersebut dengan strategi volume massal dan harga jual yang terjangkau.

Hal ini yang ingin kembali digaungkan oleh Aice bertepatan dengan Hari Es Krim Sedunia yang jatuh pada tanggal 18 Juli 2021 di tahun ini, bahwa semua lapisan masyarakat dapat menikmati cemilan es krim setiap saat tanpa harus di momen-momen tertentu. Dan masyarakat tentunya juga bisa dengan mudah mendapatkan es krim Aice di warung-warung yang dekat dari lokasi tempat tinggal mereka.

Saat ini pembukaan baru jaringan reseller Aice di segmen pedagang ritel tradisional tetap tumbuh positif di masa pandemi ini. Hal ini yang menjadikan Aice tetap optimis mengenai potensi pembalikan ekonomi yang makin kuat saat ini.

Sebagai salah satu produsen es krim dengan volume terbesar, Aice memiliki jejaring pedagang ritel yang sangat besar. Terdapat lebih dari 250 ribu jaringan warung Aice yang selama ini menjadi reseller produk Aice.

Aice Es Krim
Sinergi Pemulihan Kesehatan dan Pandemi

Seperti diketahui sebelumnya, Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) sudah meluncurkan kebijakan untuk pemulihan ekonomi nasional pada Maret (16/3/2021) lalu. Strategi pemulihan ekonomi dimulai pemerintah dari upaya pemulihan terhadap sektor UMKM.

Di tempat terpisah, pengamat dan aktivis sosial kemanusiaan Covid-19 Faisal Saimima menyampaikan dukungannya atas langkah stimulus yang dikeluarkan oleh pemerintah dalam dalam beberapa waktu terakhir. Senada dengan Sylvana, ia menyatakan bahwa memang kenyataannya, UMKM menjadi kekuatan terakhir perekonomian dalam menghadapi resesi akibat pandemi ini.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Ansor ini mengaku mendapatkan banyak afirmasi atas fokus pemulihan UMKM dari beberapa kepala daerah dan berbagai elemen masyarakat.

Dalam berbagai kesempatan penanganan bencana alam serta di kegiatan distribusi jutaan masker medis di puluhan kota dalam setahun terakhir, dirinya bersama koalisi berbagai lembaga sosial kemasyarakatan melakukan juga dialog dengan berbagai elemen pemerintahan dan masyarakat umum.

“Selama ini, saat kami turun ke lapangan untuk menangani pandemi dan bencana alam, ada banyak temuan dan masukan dari masyarakat di daerah mengenai perlunya pemulihan UMKM untuk mendorong pemulihan ekonomi daerah. Beberapa kepala daerah menjelaskan bahwa porsi perekonomian UMKM di wilayahnya mengambil lebih dari separuh aktivitas ekonominya,” jelas Faisal.

Meski demikian, Faisal mengingatkan agar pemerintah tidak boleh lengah untuk menjaga proses pencegahan dan kuratif dari virus ini sendiri. Ia meyakini bahwa UMKM yang menjadi garda terdepan pemulihan ekonomi justru memiliki resiko tertinggi penularan.

Menurutnya, tidak ada gas dan rem yang berjalan secara parsial atas pemulihan pandemi dan dampak ekonomi. Keduanya harus berjalan dan sinergis.

Dukungan logistik pencegahan, paket imunitas dan nutrisi, serta edukasi efektif yang melibatkan tokoh masyarakat lokal adalah kunci efektifitas dari pemulihan pandemi dan dampak ekonominya.

“Masyarakat dan pemerintah tidak boleh ragu, kebijakan atas vaksinasi dan kebijakan PPKM perlu dijalankan dengan tegas. Saya dan banyak aktivis yang selama ini ada di lapangan sangat yakin bahwa ancaman gelombang besar pandemi saat ini memberikan banyak pelajaran soal itu. Jutaan insan UMKM yang selama ini wara-wiri dalam aktivitas ekonominya di masyarakat memegang peranan penting,” jelas Faisal.

Mengenai soal UMKM, Sylvana mengamini kekuatan jejaring warung dalam menyumbang aksi pencegahan melawan virus ini. Dalam beberapa bulan terakhir, Aice Group sukses melakukan kampanye penguatan dan edukasi penggunaan masker medis hingga ke titik terbawah masyarakat.

Hingga bulan lalu, Aice Group sudah mendistribusikan hampir dua puluh juta masker medis berkualitas lewat aksi donasi ke kalangan rentan penularan serta aksi distribusi melalui ratusan ribu warung Aice di berbagai penjuru tanah air.

Edukasi oleh tokoh masyarakat lokal yang dipercaya publik dan logistik masker yang masif lewat jaringan warung di 20 kota se-Indonesia terbukti telah berhasil menuai apresiasi dari banyak pihak.

“Kami meyakini kombinasi power leader yang memberikan contoh dan keuntungan jaringan warung Aice yang sangat banyak menjadi kunci keberhasilan pendisiplinan pemakaian masker dan prokes lainnya,” jelasnya.

“Kami berharap pandemi ini segera usai, dengan kerja keras dan disiplin kita semua. Langkah pemerintah dan banyak stakeholder menjadikan UMKM sebagai titik awal pemulihan sangat kami dukung. Mudah-mudahan ini menjadi ikhtiar kuat kita menyelesaikan pandemi ini hingga tuntas secepatnya,” tutup Sylvana.

Diketahui, Aice Group Holdings Pte Ltd yang terdaftar di Singapura memiliki produk es krim berkualitas yang sehat dan trendi untuk dikonsumsi oleh seluruh lapisan masyarakat, terutama sangat cocok bagi masyarakat di kawasan Asia Tenggara. Selain selalu mengembangkan produk berkualitas, Aice juga memiliki misi sosial yang mulia yaitu ‘membantu masyarakat mendapatkan hidup lebih indah’, sesuai dengan slogan yang selalu menyemangati dunia, ‘Have an Aice Day’.

Produk-produk Aice yang sangat beragam varian rasanya, telah memperoleh Sertifikasi Halal yang dikeluarkan oleh LPPOM MUI, satu-satunya lembaga yang memiliki auditor halal dan sah di Indonesia. Bahkan pada Desember 2017, Aice meraih penghargaan Halal Award 2017 Kategori Pendatang Baru Terbaik yang diselenggarakan oleh LPPOM MUI.

Pabrik Aice juga sudah memperoleh Jaminan Keamanan Pangan Sistem HACCP. Selain itu, pabrik Aice yang berlokasi di Cikarang dan telah memiliki Sertifikat Manajemen ISO 9001:2008, pun telah mendapatkan nilai A atau Sangat Baik dalam implementasi sistem jaminan halal.

Berbagai penghargaan pun telah diraih Aice karena produk-produknya yang berkualitas serta etos kerja yang produktif, di antaranya adalah, TATV Award 2017 – Excellent Brand Award dan Top 5 Netizen Brand Choice Award dari majalah Warta Ekonomi. Pada tahun 2018, Aice terpilih sebagai satu-satunya es krim pilihan Asian Games 2018 yang mendukung perhelatan olahraga terbesar se-Asia ini.

Setelah berbagai penghargaan di 2018, di awal tahun 2019, Aice menerima lagi 2 (dua) penghargaan bergengsi lainnya: Penghargaan kategori es krim Brand for Good di ajang WOW Brand 2019, sehingga Aice masuk ke dalam jajaran WOW Brand 300 2019.

Selain itu, Infobank juga memberikan penghargaan untuk Aice di kategori Better Brand yang berkomitmen terus menjaga kualitas produk terbaik dengan harga bersaing agar seluruh masyarakat Indonesia memiliki kesempatan untuk menikmati es krim.

Terhadap komitmen ini pula, Frontier Group melalui hasil survei dalam 2 tahun berturut- turut memberikan apresiasi terhadap Aice dengan memberikan penghargaan TOP Brand for Kids Award 2019, 2020 dan Top Brand Award 2019, 2020. (*)