Anggota Dewan Tolak Indikator Insentif, Ketua RW Manggala: Padahal Itu Ukuran Bekerja

MAKASSAR – Insentif RT/RW yang mulai berpolemik pasca Ketua Komisi C DPRD Makassar, Rahman Pina mengeluarkan statemen menuding ada penyunatan intensif, disesalkan sejumlah RW.

Pasalnya, Sunardi Ketua RW 06 Kelurahan Borong Kecamatan Manggala misalnya saat menyampaikan, menjadi Ketua RW tujuannya bukan karena ingin mendapatkan insentif atau uang dari pemerintah.

“Ini kita bekerja tulus untuk masyarakat dan menjadikan Makassar dua kali tambah baik,” kata Sunardi Minggu (13/8/2017) kemarin.

Namun karena adanya apresiasi dari pemerintahan yang dipimpin Danny Pomanto kepada RT dan RW diberikanlah insentif. Dalam insentif ini, kata dia diberikan kriteria atau indikator untuk menerima full Rp1 juta.

“Artinya apa, pemerintah membuat indikator dan Alhamdulillah kita lihat sendiri, menjadi ukuran untuk bekerja. Karena kalau tidak ada indikator, tentunya program di RT dan RW tidak sejalan sesuai harapan,” bebernya.

Sunardi mengungkapkan saat menerima insentif dari pemerintah, uang tersebut langsung digunakan untuk kegiatan masyarakat. “Bukan untuk kepentingan pribadi,” katanya.

Berita Lainnya

Saat pertama kali menjadi Ketua RW, Sunardi mengaku mendapat insentif Rp250 ribu. “Tapi itu bukan masalah. Kita bekerja bukan untuk uang,” kata Sunardi.

Setelah bekerja dan memperbaiki lingkungan. Perlahan Sunardi mampu memenuhi sembilan indikator yang ditetapkan pemerintah. “Kalau kita bekerja harus tulus dan ikhlas,” katanya.

Sebelumnya, pemerintah Kota Makassar mengeluarkan sembilan indikator bagi Ketua RT dan Ketua RW. Indikator ini sebagai syarat jika ingin mendapatkan insentif Rp 1 juta.

Adapun indikator tersebut adalah :
1. Lorong garden
2. Makassar ta Tidak Rantasa
3. Bank sampah
4. Retribusi sampah
5. Pajak Bumi dan Bangunan
6. Sombere
7. Smart city
8. Administrasi RT/RW
9. Kontrol Sosial

Lihat Juga:  HPPMI Maros Komisariat UINAM Lantik Pengurus Periode 2021-2022

(alv/shar)

Berita terkait