PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Rumah Sakit: Tempat Berobat atau Deradikalisasi?Kemarau Panjang, Plt Camat Manggala Ingatkan Warga Waspada Kompor dan ListrikChuck 70X Resmi Hadir di Indonesia, Converse Gandeng KARINA aespaTekan Harga Sembako, Pemkot Makassar Bawa Gerakan Pangan Murah ke Tello BaruBPK Bongkar Tata Kelola BUMD Makassar, Appi Sentil Regulasi ‘Amuba’Buka HAN ke-42 Sulsel, Andi Sudirman Dorong Orang Tua Serius Dampingi Tumbuh Kembang AnakPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Rumah Sakit: Tempat Berobat atau Deradikalisasi?Kemarau Panjang, Plt Camat Manggala Ingatkan Warga Waspada Kompor dan ListrikChuck 70X Resmi Hadir di Indonesia, Converse Gandeng KARINA aespaTekan Harga Sembako, Pemkot Makassar Bawa Gerakan Pangan Murah ke Tello BaruBPK Bongkar Tata Kelola BUMD Makassar, Appi Sentil Regulasi ‘Amuba’Buka HAN ke-42 Sulsel, Andi Sudirman Dorong Orang Tua Serius Dampingi Tumbuh Kembang Anak
Nasional

Anis Matta: Indonesia Hadapi “Gempa Tektonik Geopolitik”, Persatuan Bangsa Jadi Kunci

82
×

Anis Matta: Indonesia Hadapi “Gempa Tektonik Geopolitik”, Persatuan Bangsa Jadi Kunci

Sebarkan artikel ini
Mawenlu Anis Matta
Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Anis Matta saat memberikan pengarahan dalam Muktamar V Wahdah Islamiyah di Jakarta, Jumat (21/8/2026). (Foto: Muh. Akbar)

JAKARTA — Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Anis Matta mengingatkan Indonesia akan menghadapi tantangan geopolitik yang semakin kompleks seiring perubahan tatanan dunia.

Ia menyebut kondisi tersebut sebagai “gempa tektonik geopolitik” yang akan menguji kemampuan bangsa Indonesia dalam menjaga persatuan dan ketahanan nasional.

Hal itu disampaikan Anis Matta saat memberikan pengarahan dalam Muktamar V Wahdah Islamiyah di Jakarta, Jumat (21/8/2026). Ia berharap forum tersebut melahirkan pemikiran dan rekomendasi yang memberikan manfaat nyata bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurut Anis, keberadaan organisasi kemasyarakatan memiliki dua dimensi utama, yakni shina’atul mujtama’ atau membentuk masyarakat dan idaaratud daulah atau mengelola negara. Namun, ia menilai pembentukan masyarakat menjadi fondasi yang lebih penting.

Shina’atul mujtama’ lebih penting, karena pada dasarnya negara adalah organisasi yang dibentuk di mana masyarakat itu tumbuh,” ujarnya.

Ia menegaskan, sistem politik maupun bentuk negara dapat berubah, tetapi masyarakat, umat, dan bangsa akan tetap ada. Karena itu, kekuatan masyarakat menjadi fondasi penting bagi keberlangsungan sebuah negara.

Anis juga mengajak peserta Muktamar V Wahdah Islamiyah melihat kembali perubahan besar dunia pada awal abad ke-20. Perang Dunia I pada 1914–1918 menyebabkan runtuhnya sejumlah imperium. Revolusi Bolshevik 1917 mengubah Rusia secara fundamental, sementara berakhirnya Kekhalifahan Turki Utsmani pada 1924 turut diikuti fragmentasi wilayah menjadi sejumlah negara bangsa.

Muktamar V Wahdah Islamiyah
Suasana Muktamar V Wahdah Islamiyah di Jakarta, Jumat (21/8/2026). (Foto: Muh. Akbar)

Menurut Anis, perjalanan Indonesia berbeda. Jika sejumlah kawasan mengalami fragmentasi dari imperium besar menjadi negara-negara yang lebih kecil, Indonesia justru lahir melalui proses penyatuan berbagai kerajaan, daerah, suku, bahasa, dan kelompok masyarakat ke dalam satu republik.

Karena itu, ia menilai menjadi Indonesia merupakan pekerjaan besar yang harus terus dirawat dari generasi ke generasi. Tantangan tersebut semakin berat di tengah perubahan geopolitik global yang ditandai peperangan bersifat hibrida, berlangsung berkepanjangan, meluas secara regional, dan mengalami eskalasi secara bertahap.

Konflik tersebut, kata Anis, pada akhirnya dapat berdampak terhadap perekonomian dunia dan berpotensi menyeret banyak negara ke dalam krisis.

Di tengah situasi itu, Anis mengajak seluruh elemen bangsa, termasuk organisasi kemasyarakatan Islam, memikirkan strategi agar Indonesia tidak sekadar mampu bertahan, tetapi juga menjadi negara yang memperoleh keberkahan di tengah konflik global.

“Bagaimana caranya menjadikan semua kebaikan ada di Indonesia di tengah konflik geopolitik,” ungkapnya.

Pesan tersebut menegaskan pentingnya peran organisasi kemasyarakatan dalam memperkuat masyarakat, memperkokoh persatuan, dan menjaga stabilitas Indonesia di tengah perubahan besar tatanan dunia. (Mp/Ag4ys)

Ustaz Zaitun Anis Matta dan Tamsil Linrung
Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Anis Matta saat memberikan keterangan kepada awak media didampingi Pimpinan Umum Wahdah Islamiyah K.H. Muh. Zaitun Rasmin dan Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar V Wahdah Islamiyah, Tamsil Linrung, , Jumat (21/8/2026). (Foto: Muh. Akbar)

Citizen Reporter : Muhammad Akbar (Humas Muktamar V WI)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Kirim Komentar

📢 Mohon utamakan adab, etika, dan sopan santun dalam berkomentar. Semua komentar akan melewati proses moderasi sebelum diterbitkan.

Konten dilindungi © Mediasulsel.com