MAKASSAR—Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Makassar melakukan pertemuan dengan Pelni, Syahbandar Makassar, Pelindo, dan Polres Pelabuhan dalam upaya pengetatan Pengiriman hewan ke Papua yang berpotensi menyebarkan rabies dan flu burung.
Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Makassar, Lutfie Natsir tidak ingin kecolongan. Pasalnya beredar video adanya hewan yang dilarang lolos ke Papua.
“Videonya ada, itu dari Pelni pusat yang kirimkan. Kami berharap mendapatkan dukungan dari seluruh pihak,” jelasnya.
Ia juga mengaku Balai Besar Karantina Pertanian Makassar punya tugas melindungi papua bebas dari flu burung dan rabies.
“Lalu lintas media pembawa dilarang, kami karantina hewan sifatnya dinamis, kita punya tugas melindungi papua bebas dari flu burung dan rabies. Jadi kalau apapun penyakit tertular tidak boleh masuk ke daerah yang belum tertular,” ucapnya.
Lebih jauh Lutfie Natsir mengatakan, Papua termasuk salah satu daerah yang dinyatakan bebas rabies secara historis sehingga pengiriman hewan harus diperketat.
“Media pembawa kami kunci, bahwa ada komoditi tidak boleh ke Papua, itu berdasarkan Peraturan Menteri dan Perda. Hewan golongan rabies, kucing, anjing, dan kera tidak boleh karena di sana bebas rabies,” pungkasnya.
Sementara perwakilan Pelni sudah melakukan evaluasi terkait lalu lintas barang yang akan berangkat. Kedepan, jika ada hewan yang akan berangkat harus mempunyai sertifikat. (*)













