Berkat Kerjasama GIZ, Pelayanan Publik di Sulsel Makin Baik
Kerja Sama Proyek Transformasi yang diselenggarakan secara virtual, Selasa (17/11/2020).

MAKASSAR—Pelaksanaan Program Transformasi yang diselenggarakan Kemenpan RB bekerjasama  Lembaga GIZ yang berpusat di Jerman dan berfokus pada peningkatan administrasi publik, akan segera berakhir.

Kementerian PANRB telah menjadi mitra utama GIZ dalam upaya untuk meningkatkan efisiensi sistem pemerintahan di Indonesia dengan melibatkan beberapa kementerian Lembaga dan Pemerintah Provinsi sulsel.

Sekretaris Kementerian PANRB Dwi Wahyu Atmaji Mengatakan Pandemi Covid-19 dan tekanan dunia digital telah menantang kita untuk terus mendayagunakan hasil capaian Transformasi, baik dalam lingkungan yang berbeda maupun pada dinamika pelayanan publik di masa mendatang.

“Maka penting bagi kita untuk menjadikan Transformasi sebagai batu pijakan dan kelengkapan guna menghadapi tantangan-tantangan tersebut,” ujar Sekretaris Kementerian PANRB Dwi Wahyu Atmaji saat menyampaikan sambutannya dalam acara Penutupan Kerja Sama Proyek Transformasi yang diselenggarakan secara virtual, Selasa (17/11/2020).

Ia menyebutkan kolaborasi dengan Kementerian PANRB ini tentu telah menorehkan berbagai capaian, terutama dalam ranah reformasi birokrasi di berbagai lini.

Untuk itu, capaian dari Transformasi akan terus dilanjutkan meski kerja sama ini berakhir pada Desember 2020 nanti.

Di sisi lain, Lead Advisor Governance and Inclusive Growth GIZ Philip Johansen menyebutkan bahwa proyek Transformasi merupakan sebuah proyek yang menjadi percontohan bagaimana pembangunan Indonesia dan Jerman bisa berhasil.

Salah satu penentu yang menjadi faktor keberhasilan proyek ini adalah banyaknya program utama yang sudah diformalisasi dalam bentuk keputusan menteri, peraturan, ataupun Standar Operasional Prosedur (SOP).

“Meskipun terdengar sangat administratif, tapi ini sangat penting karena semua upaya tersebut memungkinkan Indonesia lebih berkembang dan menjamin keberlanjutan proyek ini di masa mendatang,” jelasnya.

Senada dengan itu Deputi bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB Diah Natalisa mengaku GIZ telah mengajarkan best practices untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

Manajemen bantuan teknis dengan menempatkan advisor di daerah telah dirasakan manfaatnya, terutama dalam mengakselerasi kemajuan program. Diah mengatakan walaupun kerja sama ini berakhir terdapat beberapa tantangan kedepan yang harus dihadapi.

Salah satunya kemandirian pengelolaan program oleh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah, terutama pada aspek sumber daya manusia dan finansial.

Asisten III Pemprov Sulsel, Tautoto Tana Ranggina mewakili Pemrov sulsel  menyampaikan apresiasi pelaksanaan Kerjasama GIZ dengan Pemprov Sulsel selama tiga tahun yang telah mampu membuat pelayanan publik di Provinsi Sulawesi Selatan makin baik, Khususnya untuk kegiatan SP4N Lapor pada tahun 2019  lalu masuk dalam tiga puluh besar top pelayanan publik secara Nasional

Hal ini disampaikan Asisten III Pemprov Sulsel, Tautoto Tana Ranggina saat mengikuti penutupan proyek transformasi kerjasama Giz dengan pemerintah provinsi (Pemprov) sulsel melalui virtual, Selasa (17/11/2020).

Tautoto Tana Ranggina mengatakan, kehadiran GIZ sangat luar biasa untuk provinsi sulsel, bekerjasama dengan Giz selama tiga tahun dan mampu memberikan hasil yang sangat menggembirakan.

“Kerjasama pemprov sulsel dengan Giz terasa sangat singkat,mengingat hasil yang diberikan sangat menggembirakan diantaranya pengelolaan SP4N Lapor dan telah disosialisasikan ke seluruh kabupaten dan kota di Sulsel,” ungkap Toto sapaan akrabnya.

Ia menyebutkan berkat kerjasama ini SP4N Lapor  di Sulsel semakin bangkit bahkan terus dilakukan pendampingan diseluruh kabupaten dan kota di Sulsel dengan keterhubungan 24 Kabko.

“Awalnya  sangat tertinggal jauh,namun berkat kerjasama dengan Giz bersama Bakti,Ombudsman dan lainnya Maka percepatan keterhubungan  SP4N lapor semakin baik,” jelasnya.

Toto juga mengaku SP4N Lapor bersama GIZ dengan program Lapor Goes To Campus dan Lapor Goes To Scoll telah masuk ke kampus-kampus  dan Sekolah sekolah dan melahirkan agen terlatih dari unsur Mahasiswa dan Pelajar tingkat SMU/SMK

Lebih jauh ia mengaku Kehadiran Giz sejalan sejalan dengan Visi Misi pemprov sulsel yang menjadikan Sulsel yang inovatif, inklusif, berkarakter serta bersih melayani dengan pola kolaborasi

“Giz sejalan dengan Visi Misi pemprov sulsel dalam memberikan pelayanan yang maksimal bagi masyarakat,” tuturnya.

Mantan PJ Sekprov Sulsel ini menambahkan, setiap tahunnya setiap OPD wajib membuat inovasi yang dikumpulkan dalam satu wadah dalam jambore inovasi pelayanan publik.

“Setiap OPD wajib membuat inovasi setiap tahunnya, sebagai bagian peningkatan pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang APTIKA  Diskominfo SP Sulsel Lukmanuddin, memberikan apresiasi atas kehadiran GIZ  di Provinsi Sulsel terutama dalam berbagai program kerja pendampingan kegiatan SP4N Lapor.

“Sebagai pengelolah layanan  SP4N Lapor  kami tentu sangat berterimakasih dengan kehadiran dan kerjasama GiZ selama ini dalam mendukung berbagai program kerja kita di layanan Aduan Publik di Pemprov Sulsel. Kita tentu juga berharap kedepan akan ada program yang bisa dikerjasamakan untuk menghadirkan pelayanan publik yang semakin inovatif,” ucapnya.

Ia menyebutkan Bersama GIZ, beberapa komunitas telah terbentuk yang terdiri dari kalangan mahasiswa dan kalangan siswa SMU/SMK

“Bersama GIZ , beberapa komunitas telah terbentuk yang terdiri dari kalangan  mahasiswa dan kalangan siswa SMU/ SMK yang sebelumnya telah kita bekali informasi dan cara pemanfaatan layanan SP4N Lapor,” sebutnya.

Lukmanuddin menambahkan, berbagai upaya akan terus dilakukan untuk menghadirkan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.

“Kita tentu akan terus berupaya berbuat yang terbaik dan meningkatkan capaian yang telah dibuat Bersama GIZ  untuk menghadirkan pelayanan publik yang semakin baik,” pungkasnya. (*)