Beranda » Biro Humas Pemprov Sulsel » Biro Aset lakukan FGD Penyelesaian Aset Bermasalah
Biro Aset lakukan FGD Penyelesaian Aset Bermasalah
Biro Humas Pemprov Sulsel

Biro Aset lakukan FGD Penyelesaian Aset Bermasalah

MAKASSAR – Biro pengelolaan Barang Dan Aset Daerah Provinsi Sulsel melaksanakan kegiatan Focus Grup Discusion (FGD) Penyelesaian Aset Bermasalah lingkup pemerintah Provinsi Sulsel,” Di hotel Grand Asia (20/11).

Kegiatan ini Dibuka Oleh Skretaris Daerah Provinsi sulsel Abdul Hayat Gani, yang menekankan perlunya aksi atau langkah cepat dalam menyelesaikan setiap masalah aset milik pemerintah provinsi sulsel.

“Kurangi kegiatan Bimbingan tekhnis atau lainnya yang bersifat seremonial,dengan segera melakukan langkah atau aksi cepat dalam mengamankan dan menyelesaikan masalah aset,dengan melibatkan semua pihak terkait,” Tegasnya.

Sementara itu Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) sulsel firdaus Dewilmar,mengaku lembaga kejaksaan bersama aparat penegak hukum lainnya siap mengawal dan bersinergi dengan OPD Pemprov Sulsel dalam mengamankan seluruh aset pemerintah.

“Revitalisasi aset atau recovery aset untuk digunakan semaksimal mungkin sebagai sumber pemasukan bagi daerah. Dan lembaga kejaksaan bersama aparat penegak hukum akan terus bersinergi dalam mengawal dan mengamankan seluruh aset Pemerintah,’ Ungkap Firdaus.

“Kejaksaan selain bertugas dalam mengawal kegiatan pemerintah,juga dapat memberikan pertimbangan hukum, semangatnya tetap mengawal pembangunan, keuangan dan aset,serta apa bila ada oknum kejaksaan yang main proyek silahkan dilaporkan dan sesuai arahan Presiden kalau ada pejabat yg bermasalah akan ditindak tegas,” Pungkasnya.

Kajati Sulsel meminta kepada OPD pemprov sulsel untuk tidak main-main dalam memamfaatkan seluruh aset pemerintah

“Hingga saat ini telah diamankan senilai 15 trilyun rupiah dalam kurung waktu relatif singkat.dengan tetap Penegakan hukum difokuskan pada sisi pencegahan, SPIP dan APIP yang harus berperan aktif dan bersinergi dengan lembaga lainnya.”.

Kejati sulsel menambahkan pendampingan pemangkasan Perda yg menghambat pembangunan dan pengelolaan aset,akan dilakukan sesuai INPRES NOMOR 1 TAHUN 2016 sekaligus mempercepat pembangunan strategis dalam mendorong dan mendongkrak pendapatan daerah.

Ia mencontohkan Stadion Mattoangin yang jika dikelola dengan taraf internasional tentunya akan mendapatkan PAD yang lebih besar, Hal-hal yang perlu menjadi perhatian yaitu. Identifikasi permasalahan Barang Milik Daerah, seperti jenis pemeriksaan
1. Pemeriksaan Keuangan bertujuan : menghasilkan opini,
2. Pemeriksaan dengan tujuan tertentu.
3. Pemeriksaan Kinerja
Permasalahan aset temuan BPK :
1. Perencanaan BMD ditemukan : kesalahan penganggaran, pengajuan BMD yg tidak dibutuhkan/belum siap digunakan,
2. Penatausahaan, pencatatan aset yg belum dikakukan atau tidak akurat, belum lengkap administrasi, catatan ada fisik tidak ditemukan, proses penyusunan laporan tdk sesuai aturan, aset yg tidak diketahui keberadaannya.
3. Penggunaan BMD, aset belum dioptimalkan, dipinjamkan tidak disertai perjanjian tdk ada administrasi BA, tidak mengembalikan penggunaan sesuai tupoksinya, penggunaan BMD kepada yg tidak berhak, pejabat yg menguasai jumlaj lebih .
4. Setiap penggunaan aset harus ada catatan dan izin,
5. Pengawasan terhadap aset yg masih kurang.
6. Penghapusan BMD, mekanisme yg tidak sesuai.
7. SOP yg belum ada dalam pengelolaan aset
8. Belum komprehensifnya kerangka kebijakan.
9. Keterbatasan data,
10. Keterbatasan SDM
11. Informasi managemen aset masih pada tahap awal.

Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh Organisasi perangkat Daerah (OPD) provinsi sulsel termasuk Dinas Kehutanan sulsel yang diwakili Kepala Sub bagian umum,Rahmat yang mengaku Sangat bersyukur dengan FGD ini sebagai bahan untuk penyelesaian aset tanah yg bermasalah dengan pihak lain.

“Saya sangat bersyukur dengan adanya FGD ini karena menjadi bahan dan masukan dalam penyelesaiaan aset tanah yang bermasalah dengan pihak lain,dan saat ini telah melakukan pengurusan sertifikat tanah Pemerintah Provinsi SulSel di beberapa kabupaten dan sudah terjawab dengan pernyataan dari Pihak BPN,” Tutupnya. [*]

Topik