Beranda » News » BNPB Tetapkan Masa Tanggap Darurat Tsunami 14 Hari
BNPB Tetapkan Masa Tanggap Darurat Tsunami 14 Hari
News

BNPB Tetapkan Masa Tanggap Darurat Tsunami 14 Hari

JAKARTA — Jumlah korban tsunami yang menghantam kawasan pesisir pantai barat Banten dan pantai selatan Lampung Sabtu malam (22/12) terus bertambah. Dalam jumpa pers di kantornya di Jakarta, Selasa (25/12), Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan jumlah korban meninggal sudah 429 orang, sementara korban luka-luka mencapai 1.485 orang.

“Sampai dengan hari ini, total 429 orang meninggal, 1.485 orang luka-luka, 154 orang hilang, 16.082 orang mengungsi,” kata Sutopo.

Sementara itu kerusakan fisik yang tercatat mencakup 882 rumah, 73 hotel dan vila, 60 warung, 434 perahu dan kalap, 24 kendaraan roda empat, 41 kendaraan roda dua, satu dermaga, serta satu tempat perlindungan.

Kerusakan paling parah terjadi di Kabupaten Pandeglang, di mana jumlah dari seluruh korban yang meninggal, 290 orang tercatat di kabupaten ini. Demikian pula di Lampung Selatan, di mana 108 orang meninggal.

“Oleh karena itu, ditetapkan untuk Kabupaten Pandeglang, masa tanggap darurat adalah 14 hari, terhitung 22 Desember 2018 sampai dengan 4 Januari 2019. Sedangkan untuk di Lampung Selatan tujuh hari, yaitu 23 Desember 2018 sampai dengan 29 Desember 2018,” tambah Sutopo.

Masa Tanggap Darurat 14 Hari

Sutopo menekankan masa tanggap darurat di Pandeglang dan Lampung Selatan itu bisa saja diperpanjang tergantung dari perkembangan situasi dan kondisi di lapangan. Ditambahkannya, wakil gubernur Banten dan Lampung serta para bupati selalu aktif membimbing rapat koordinasi dalam masa penanganan darurat. Pemerintah pusat, BNPB, Badan SAR Nasional ikut mendampingi.

Status bencana tsunami di pesisir Banten dan Lampung itu adalah bencana kabupaten dan bukan bencana nasional.

Sutopo mengakui sampai saat ini daerah terdampak masih belum semuanya dijangkau oleh petugas evakuasi, terutama di kecamatan Sumur yang berlokasi di ujung Pandeglang. Akses ke daerah tersebut terputus karena banyak jalan dan jembatan rusak akibat hantaman tsunami. Di kecamatan itu terdapat tujuh desa, tetapi baru satu desa yang dapat dijangkau tim evakuasi, yang langsung mendirikan rumah sakit lapangan.

Fokus Utama Masa Tanggap Darurat adalah Evakuasi Korban

Fokus utama dalam masa tanggap darurat adalah pencarian dan penyelamatan korban, penanganan korban luka, penanganan pengungsi, perbaikan darurat sarana dan prasarana umum. BNPB telah memberikan bantuan dana operasional untuk aktivasi posko di Pandeglang sebesar Rp 500 juta, juga bantuan logistik dan helikopter.

Lebih dari 2.000 personel TNI dan Polri telah dikerahkan untuk penanganan bencana tsunami, tetapi operasi dinilai baru berlangsung lebih cepat jika ada tambahan alat berat, bahan kebutuhan sehari-hari untuk pengungsi, layanan kesehatan, dan sebagainya.

TNI Angkatan Laut juga ikut mencari korban tsunami yang hanyut di tengah laut. Sutopo mengaku baru menerima informasi dari KRI Teluk Cirebon, yang berhasil menemukan tiga mayat di tengah laut. [voa]