China Bantah Klaim Virus Corona Berasal dari Lab di Wuhan

China membantah kemungkinan pandemi virus corona berasal dari laboratorium biosekuriti dan bukan penularan dari hewan ke manusia di Wuhan seperti yang umumnya diyakini.

Yuan Zhiming, direktur Laboratorium Keamanan Hayati Nasional Wuhan, kepada lembaga kepenyiaran China yang berbahasa Inggris CGTN hari Sabtu mengatakan , “Tidak mungkin” virus itu menyebar dari Institut Virologi Wuhan, khususnya laboratorium P4-nya, yang menangani virus berbahaya.

Ia mengatakan pendapat bahwa virus corona berasal dari lab, sebagai mana dipopulerkan oleh pendukung konservatif Presiden AS Donald Trump, adalah “teori konspirasi.”

Dr. Deborah Birx, koordinator penanggulangan gugus tugas virus korona Gedung Putih, mengatakan pada acara “Face the Nation” CBS pada hari Minggu, “Saya kira jalan masih panjang” untuk mencari tahu asal-usul wabah virus corona.

“Akan memakan waktu untuk benar-benar memetakan dan melacak virus khusus ini … untuk mendapatkan bukti ilmiah dari mana virus ini berasal,” katanya. “Kita tahu virus berasal dari China. Kita hanya tidak mengetahui bagaimana dan di mana. ”

Tetapi Birx menambahkan, “Saya tidak punya bukti bahwa itu adalah kecelakaan laboratorium. Saya juga tidak tahu persis dari mana asalnya. ”

“Saat ini, konsensus umum adalah penularan dari hewan ke manusia,” katanya.

Trump Peringatkan China Bisa Hadapi Konsekuensi karena Covid-19

Presiden AS Donald Trump mengatakan Sabtu (18/4) bahwa China harus menghadapi konsekuensi apabila “secara sadar mengatahui bahwa pihaknya menyebabkan” pandemi virus corona.

“Apabila itu adalah sebuah kesalahan, kesalahan adalah kesalahan. Tapi apabila mereka secara sadar bertanggung jawab, tentu harus ada konsekuensinya,” kata Trump kepada para wartawan dalam pengarahan harian. Dia tidak merincikan langkah apa yang mungkin akan diambil AS.

Trump dan para pembantu senior telah mengkritik keras China atas kurangnya transparansi setelah virus korona merebak di Provinsi Wuhan. Pekan ini dia menangguhkan bantuan ke Organisasi Kesehatan Sedunia (World Health Organization/WHO), menuduhnya “terlalu fokus pada China.”

Lihat Juga:  Dampak Ekonomi Wabah Virus Corona

Washington dan Beijing, dua ekonomi terbesar di dunia, berselisih secara terbuka mengenai virus itu berulang kali. Trump pada mulanya memuji respon China terhadap wabah itu, tapi dia dan para pejabat senior lain juga pernah menyebutnya sebagai “virus China” dan dalam beberapa hari belakangan telah meningkatkan retorika mereka.

Trump mengatakan hubungan AS-China tadinya baik “sampai mereka melakukannya,” merujuk pada perjanjian pertanian tahap pertama baru-baru ini yang bertujuan mengakhiri perang dagang antara kedua negara.

Dia mengatakan pertanyaannya sekarang adalah apakah yang terjadi dengan virus corona merupakan “kesalahan yang tak terkendali, atau disengaja?”[voa]

Berita terkait