Dampak Corona, 11.800 Pekerja Dirumahkan, 397 di PHK
Kepala Disnakertrans Sulsel, Andi Darmawan Bintang

MAKASSAR – Pendemi Covid-19 memberikan dampak yang sangat besar diberbagai sektor termasuk disektor ketenagakerjaan.

Pemerintah Provinsi Sulsel melalui Dinas Ketenagakerjaan dan transmigrasi (Disnakertrans) Sulsel mencatat hingga tanggal 20 April 2020 jumlah perusahaan yang terdampak Virus corona mencapai 970 perusahaan yang tersebar diberbagai daerah di Sulsel.

Kepala Disnakertrans Sulsel, Andi Darmawan Bintang menyebutkan, sektor ketenagaakerjaan merupakan salah satu yang terdampak cukup besar dengan jumlah mencapai 970 perusahaan.

“Kondisi sektor ketenagaankerjaan hingga 20 April 2020, dengan total perusahaan terdampak sebanyak 970 perusahaan. Total Pekerja yang dirumahkan sekitar 11.800 Orang serta Pekerja yang di PHK sekitar 397 Orang,” ungkap Andi Darmawan Bintang melalui teleconference, Senin (20/4).

Dia menyebutkan, dari 11.800 orang yang dirumahkan sekitar 5.230 tetap dibayarkan upahnya. Selebihnya dirumahkan tanpa menerima upah dan menunggu panggilan bekerja kembali.

“Dari data diatas 3 Daerah di Sulsel tertinggi terdampak sektor ketenagaakerjaan karena covid-19 adalah Kota Makassar, dengan jumlah pekerja 7.893. Kabupaten Tana Toraja dengan jumlah pekerja 1.616 serta Sinjai dengan jumlah pekerja 839,” papar Darmawan.

Lebih jauh Andi Darmawan Bintang menjelaskan, secara rinci untuk pekerja yang paling banyak di PHK ada di kota Makassar sekitar 224, menyusul Kabupaten Gowa sebanyak 65 orang.

“Pekerja paling banyak di PHK ada dikota Makassar sebanyak 224. Kabupaten Gowa 65 Pekerja. Kota Palopo 64 Pekerja. Toraja Utara 37 Pekerja. Bulukumba 3 Pekerja. Sinjai 2 Pekerja. Takalar 1 Pekerja serta Kabupaten Maros 1 pekerja,” jelasnya.

Kadisnakertrans menambahkan, Pendaftaraan kartu prakerja yang dicanangkan pemerintah pusat untuk gelombang pertama telah ditutup.

“Kartu prakerja gelombang pertama telah ditutup. Bagi yang belum sempat mendaftar bisa mengikuti tahap kedua yang dibuka pada tanggal 20 April ini. Saat ini untuk jumlah peserta yang dinyatakan lulus pada gelombang pertama masih menunggu informasi dari pemerintah pusat,” tambahnya. [*]