PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Perang Hotel di Makassar Makin Panas, Artha Kencana Ganti Bendera Jadi Horison InnDari Balik Lapas Polewali, WBP Dibekali Jalan Baru Jadi Pekerja MigranAppi Siapkan Ranch Sapi di TPA Tamangapa, Akhiri Sapi Makan SampahNurma Ditahan, TS Dilepas: Kasus Dugaan Pengeroyokan di Tamalanrea DipertanyakanGedung Pemuda Toraja Utara Tak Lagi Sekadar Tempat Rapat, Kini Jadi Ruang Bisnis Anak MudaBupati Pangkep Bidik Ratusan Ribu Ton Garam, 700 Hektare Lahan Masih MenganggurPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Perang Hotel di Makassar Makin Panas, Artha Kencana Ganti Bendera Jadi Horison InnDari Balik Lapas Polewali, WBP Dibekali Jalan Baru Jadi Pekerja MigranAppi Siapkan Ranch Sapi di TPA Tamangapa, Akhiri Sapi Makan SampahNurma Ditahan, TS Dilepas: Kasus Dugaan Pengeroyokan di Tamalanrea DipertanyakanGedung Pemuda Toraja Utara Tak Lagi Sekadar Tempat Rapat, Kini Jadi Ruang Bisnis Anak MudaBupati Pangkep Bidik Ratusan Ribu Ton Garam, 700 Hektare Lahan Masih Menganggur
Inspirasi

Dampak Krisis Moral terhadap Pendidikan

603
×

Dampak Krisis Moral terhadap Pendidikan

Sebarkan artikel ini
Dampak Krisis Moral terhadap Pendidikan
Penulis: Firda Rizky Amalia (Mahasiswi STITMA Yogyakarta)

MEDIASULSEL.COM—Di era globalisasi ini kondisi atau keadaan suatu masyarakat mencerminkan adanya krisis moral. Cukup sulit bagi para pendidik dalam mengimplementasikan suatu ilmu karena pada prakteknya mereka tidak mengimplementasikan ilmu tersebut. Zaman sekarang peserta didik sudah banyak terpengaruh budaya asing.

Salah satu penyebab terjadinya krisis moral di kalangan siswa adalah minimnya pendidikan karakter yang diajarkan di sekolah. Peran keluarga sangatlah penting namun peran guru juga sangatlah penting dalam merubah karakter peserta didik.

Tugas guru bukan hanya menyampaikan materi di kelas namun juga mendidik mereka agar menjadi orang yang bermanfaat bagi yang lainnya.

Apa itu Krisis Moral?

Krisis moral adalah suatu keadaan dimana seseorang kehilangan sikap, karakter, atau perilaku yang baik.

Krisis moral akan berdampak pada pendidikan terutama dalam pelanggaran terhadap pendidikan, krisis moral terjadi karena banyak faktor salah satunya faktor lingkungan sekolah yaitu sekolah tidak sepenuhnya dapat mengontrol perilaku siswa atau kurang menekankan pentingnya moral.

Menurut Tilaar (salah seorang pakar pendidikan) menyatakan bahwa pendidikan di Indonesia dilingkupi beberapa persoalan, diantaranya :

  1. Menurunnya akhlaq dan moral peserta didik
  2. Rendahnya mutu pendidikan di berbagai jenjang dan jenis pendidikan
  3. Sumber daya manusia (SDM) yang belum profesional.

Pada zaman sekarang banyak anak-anak krisis moral karena pergaulan bebas yang sudah merajalela, hingga mereka tidak bisa membedakan antara yang baik dan yang buruk, mereka terpengaruh pada budaya-budaya asing yang masuk ke Indonesia.

Kalangan yang paling rentan mengalami krisis moral adalah anak-anak dan remaja, namun di zaman sekarang tidak hanya remaja yang mengalami krisis moral bahkan pelajar yang menjadi penerus bangsa.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pendidikan karakter di sekolah yang selama ini dikembangkan melalui pendidikan agama dan pendidikan kewargaan, telah gagal membentuk peserta didik yang berkarakter.

Selain itu, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi memberikan pengaruh terhadap krisis moral yang terjadi saat ini.

Oleh karena itu, pemerintah menggaung-gaungkan pendidikan karakter kepada para pendidik karena pendidikan karakter merupakan dasar dari pembentukan karakter. (*)

 

 

Penulis: Firda Rizky Amalia (Mahasiswi STITMA Yogyakarta)

 

 

***

 

 

Disclaimer: Setiap opini/artikel/informasi/ maupun berupa teks, gambar, suara, video dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Mediasulsel.com.

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com