MAKASSAR—Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Sulsel menggelar Forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD) PMD yang dibuka oleh Gubernur Sulsel yang diwakili Asisten 1 Pemprov Sulsel Andi Aslam Patonangi, Selasa (22/3/2022) kemarin.
Plt Kepala Dinas (Kadis) PMD Sulsel Muhammad Saleh mengatakan, ada beberapa hal yang menjadi penekanan dalam forum OPD yang dihadiri seluruh Kepala Dinas PMD se-Sulsel.
“Ada beberapa Penekanan utama yang kami sampaikan dalam kegiatan ini, yaitu bagaimana program dalam menaikkan indeks desa membangun dimana desa tertinggal dan sangat tertinggal bisa meningkat statusnya. Kita programkan dalam rangka penguatan infrastruktur, penguatan ekonomi desa serta kelembagaan,” ungkapnya.
Lanjut Saleh, program yang menjadi perhatian adalah bagaimana menciptakan satu desa sebagai percontohan.
“Kedua adalah bisa menciptakan satu desa percontohan yang bisa direplikasi desa lainnya dengan usulan dari kabupaten kota yang disebut desa andalan,” sebutnya.
Muhammad Saleh lebih jauh mengaku beberapa daerah telah mengusulkan wilayahnya untuk menghadirkan desa andalan.
“Sudah ada beberapa kabupaten usulkan, kemudian Kita verifikasi yang menjadi kriterianya kita bahas bersama apa bisa, karena terkait desa andalan ini ada kriterianya,” terangnya.
“Mulai dari kawasan pedesaan yang mengelola sumber pendapatan asli desa, desa memiliki keterlibatan bumdes aktif, memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan contoh pariwisata, layak dikembangkan dan itu milik desa jelas statusnya,” jelasnya.
Ia menambahkan sebanyak 14 daerah di Sulsel telah mengusulkan untuk program desa andalan. “Sudah ada beberapa usulan desa andalan kurang lebih 14 kabupaten yang mengusulkan diantaranya bantaeng, sidrap, wajo, bone serta daerah lainnya,” tambahnya.
“Untuk program pembiayaan menyasar pada empat sektor. Yakni Program pembiayaan menyasar empat sektor, yaitu perbaikan perekonomian desa, peningkatan infrastruktur desa, penataan kelembagaan desa dan kerjasama antar desa,” pungkas Saleh. (*)













