Dinas Kehutanan KPH Bulusaraung Berhasil Padamkan Kebakaran Hutan di Tompobulu

MAROS, Penyuluh Kehutanan dan Polisi Hutan Dinas Kehutanan Sulsel, UPTD KPH Bulusaraung dengan dibantu sejumlah instansi terkait, akhirnya Rabu (4/9) berhasil memadamkan api yang membakar kawasan hutan di wilayah dusun Sejahtera, Desa Bonto Manurung, kecamatan Tompobulu, kabupaten Maros, sejak Minggu (1/9).

Menurut salah seorang Penyuluh kehutanan, UPTD KPH Bulusaraung, Muh. Yusuf, S.Hut, api diduga berawal dari kebakaran di kebun warga yang kemudian merembet masuk ke dalam hutan produksi yang didominasi tanaman pinus, dengan perkiraan luas area hutan yang terbakar mencapai 10 Ha.

“Muncul kelihatan api pada hari Minggu 1 September 2019 lalu, dan mulanya sumber api berasal dari kebun warga. Sampai hari ini diperkirakan kawasan hutan yang terbakar kurang lebih 10 Ha, masuk dalam kawasan hutan produksi yang didominasi pohon pinus,” ungkap Yusuf, saat ditemuai Media Sulsel, Rabu (4/9) malam.

Sebelum datangnya bantuan dari instansi terkait dan hadirnya mobil pemadam kebakaran milik pemerintah kabupaten Maros, Yusuf beserta salah seorang teman penyuluhnya bernama Ahmad dan 2 orang Polhut atas nama Muh. Rizal dan Andi Tenri, dan dengan dibantu oleh kepala desa serta masyarakat setempat, melakukan pemadaman dengan cara manual.

“Kami beruntung BPBD kabupaten Maros membantu dengan menurunkan mobil pemadam kebakaran, sehingga upaya pemadaman segera dapat kita lakukan dan berhasil mencegah semakin meluasnya area hutan yang terbakar,” tegas Yusuf.

Berita Lainnya

Adapun sejumlah instansi yang turut membantu proses pemadaman antara lain, Dinas Pertamanan kabupaten Maros, Manggala Agri I, Taman Nasional Bulusaraung, BPBD kabupaten Maros, Kapolsek, Koramil 1422-02/ Bantimurung, dan kepala desa beserta perangkat dan warga setempat.

“Alhamdulillah hari ini Rabu, 4 September, api berhasil kita padamkan semua, dan sisa proses pendinginan, semoga tidak lagi ada bara tertinggal yang berubah kembali menjadi api saat tertiup angin,” terang Yusuf, seraya menyampaikan, bahwa saat ini sejumlah petugas masih terus berjaga-jaga dengan bermalam di lokasi hutan dengan menggunakan tenda.

Selain itu guna melakukan upaya pencegahan agar tidak kembali terjadi kebakaran hutan, Yusuf selaku penyuluh mengaku, bahwa dirinya berserta penyuluh lainnya telah juga melakukan penyuluhan baik dengan cara anjangsana dari rumah ke rumah maupun pertemuan dengan Kelopok Tani Hutan (KTH) serta tokoh-tokoh masyarakat baik yang tinggal di dalam kawasan hutan, ataupun sekitarnya.

“Selama ini tak henti-hentinya kami mengingatkan warga melalui penyuluhan baik secara anjangsana ataupun pertemuan dengan KTH dan Tokoh Masyarkat agar berhati-hati api yang bisa berdampak pada terjadinya kebakaran huta, bahkan hari ini tadi usai memadamkan api, kami lansung melaksanakan pertemuan dengan warga di kantor desa, untuk mengingatkan masyarakat agar senantiasa sigap dan tanggap terhadap ancaman bencana kebakaran hutan.” pungkas Yusuf. (464ys)

Berita Terkait