Beranda » Sulsel » Dishut Sulsel respon Cepat Pencegahan Kebakaran Hutan
Dishut Sulsel respon Cepat Pencegahan Kebakaran Hutan
Biro Humas Pemprov Sulsel Sulsel

Dishut Sulsel respon Cepat Pencegahan Kebakaran Hutan

MAKASSAR – Pemerintah Provinsi Sulsel melalui Dinas Kehutanan (Dishut) Sulsel bersama seluruh unsur terkait, merespon cepat tindak lanjut Instruksi Presiden RI, dalam upaya mewaspadai dan mengantisipasi kebakaran lahan dan hutan di Sulawesi Selatan.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulsel Ir H.Muhammad Tamzil, MP, IPU, mengatakan dalam apel gelar terpadu penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sulsel yang dilaksanakan di Trans studio Makassar, Kamis (15/8) merupakan tindak lanjut dari instruksi presiden.

“Apel ini merupakan tindak lanjut dari instruksi presiden untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan. Apalagi menurut BMKG bulan Agustus ini adalah puncak musim kemarau dengan cuaca yang cukup panas,” ungkap Tamzil.

Apel bersama ini melibatkan berbagai unsur baik TNI, Polri, Badan penangulangan bencana daerah (BPBD), Polisi Kehutanan, Brigade Manggala Agni, Tagana, Dinas Sosial maupun komponen lainnya, berkomitmen bersama siap mengantisipasi dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Tamzil berharap dukungan masyarakat untuk bersama-sama membantu dalam menangani dan mencegah kebakaran hutan. Diantaranya, dengan tidak membuka lahan dengan cara membakar, membuang puntung rokok didalam kawasan hutan atau sawah yang habis dipanen dan lainnya, yang dapat memicu kebakaran.

“Dukungan masyarakat sangat diharapkan dalam membantu mencegah dan menangani kebakaran hutan,karena pemerintah pasti mempunyai keterbatasan, dengan istilah api kecil jadi teman,api besar jadi lawan,” Imbuhnya.

“Beberapa tahun terakhir kebakaran hutan di sulsel cenderung menurun, dimana berdasarkan data pada tahun 2018 ada sekitar 98 hektar yang tersebar dibeberapa titik di Sulsel dan pada tahun 2019 hingga saat ini belum ada laporan kebaran,” jelasnya

Sementara itu, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah dalam sambutannya sangat mengapresiasi seluruh elemen masyarakat, pemerintah dan pihak terkait atas perhatian dan kesiapannya dalam melestarikan dan menyelamatkan lingkungan di Sulsel.

“Saya ingin memberikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas perhatian dan kepedulian dari seluruh elemen masyarakat dalam upaya melestarikan dan menyelamatkan lingkungan kita,” ungkap Prof. Nurdin Abdullah.

Dengan mengendalikan kebakaran hutan dan lahan, maka kita semua telah menyelamatkan aset penting dan vital bagi kita semua sebagai penyangga kehidupan sehari-hari dan masa depan anak cucu kita.

“Ini adalah sebuah kehormatan dan kebanggaan yang patut kita pertahankan dan wariskan kepada anak cucu kita dan generasi penerus kita. Jadi jangan kita wariskan air mata kepada anak cucu kita, tapi kita harus wariskan mata air,” jelasnya

Menurut alumni fakultas kehutanan Unhas Makassar ini untuk menyelamatkan lingkungan yang dihuni saat ini dari berbagai masalah yang timbul sebagai akibat dari berbagai aktivitas manusia itu sendiri terutama kerusakan hutan dari kebakaran lahan.

Terjadinya pemanasan global yang saat ini mulai menerpa kehidupan kita semua dan akan berdampak pada aktivitas manusia terutama dalam penggunaan bahan bakar fosil (BBP) yang tidak terkendali. Pemanfaatan dan pengunaan sumber daya alam dan lahan yang juga tidak terkendali.

“Ini adalah akibat dari upaya manusia dalam memenuhi kebutuhan dan gaya hidup. Kegiatan ini merupakan penyebab pemanasan global yang berimplikasi pada penurunan produktivitas alam,” jelasnya.

Implikasi tersebut berakibat pada penurunan produksi pangan terganggunya fluktuasi dan distribusi air, naiknya permukaan air laut dan menyempit produktivitas lahan di daratan.

“Ini akan menjadi masalah serius dan membutuhkan peningkatan upaya dan tindakan antisipasi sesegera mungkin demi mengurangi dampak yang ditimbulkan,” pungkasnya.

Pada kesempatan ini juga Prof. Nurdin Abdullah meninjau kesiapan helikopter milik BNPB dan milik TNI AU dua helikopter tersebut berjenis BEL 1412 dan BO 105. [*]