MAKASSAR—Lembaga survei Visi Indonesia Consulting menyampaikan hasil temuannya terkait Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel 2024.
Survei dengan topik “Persepsi Publik dan Perilaku Pemilih Terhadap Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Sulawesi Selatan” ini dilakukan di 24 kabupaten/kota di Sulsel.
Survei dilakukan dengan pemetaan berbasis tokoh lokal seperti tokoh masyarakat atau adat, tokoh agama, hingga tokoh pemerintahan, serta menyasar pemuda atau milenial.
Selain itu juga menggunakan metode sampel komparatif berupa masyarakat umum dengan proporsi 85 persen sampel utama dan 15 persen sampel pembanding-komparatif.
Survei yang dilakukan tanggal 6-16 Agustus 2024 ini menggunakan metodologi survei Multistage Random Sampling.
Adapun teknik surveinya dengan menggunakan wawancara langsung menggunakan kuisioner terhadap 1.200 responden di Sulsel.
“Untuk pertanyaan popularitas dan elektabilitas, kami menggunakan kuesioner menggunakan pertanyaan semi terbuka berbasis 5 nama yang masih berpeluang maju sebagai kontestan,” ucap Direktur eksekutif Lembaga Survei Visi Indonesia, Saparuddin Santa, Sabtu (24/8/2024).
“Hasil survei ini diharapkan untuk memahami kondisi dan perkembangan politik terbaru sebelum pendaftaran Bakal Calon di Komisi Pemilihan Umum (KPU),” tambahnya.
Proses analisa dan olah data menggunakan metode Statistic Package Social Science (SPSS) dan perumusan probabilitas calon menggunakan metode Markov Chain dengan tingkat verifikasi berjenjang secara random masing-masing 25 persen tiap kabupaten.
Adapun tingkat kepercayaan 95 persen proyeksi margin of error 2,9 persen.
Dari hasil suvei ini, elektabilitas Andi Sudirman tertinggi yaitu 24,8 persen disusul Ilham Arief Sirajuddin 15,9 persen, dan Mohammad Ramdhan “Danny” Pomanto dengan 13,8 persen.
Urutan 4 ada Andi Iwan Darmawan Aras dengan 9,4 persen dan Annar Salahuddin Sampetoding (6,4 persen).
Untuk diketahui bahwa Annar Salahuddin Sampetoding merupakan putra Toraja yang bisa jadi pertimbangan jadi kandidat Gubernur Sulsel.
Andi Sudirman Sulaiman masih yang tertinggi dengan 69,8 persen, disusul Ilham Arief Sirajuddin (64,7 persen), lalu Mohammad Ramdhan Pomanto (62,5 persen).
Nama Andi Iwan Darmawan Aras berada di posisi keempat dengan 60,1 persen dan Annar Salahuddin Sampetoding meraup 53,2 persen.
Sebaran popularitas dan elektabilitas di tiap kabupaten/kota, khusus di Toraja Raya, Andi Sudirman dibayang-bayangi Annar Sampetoding.
Popularitas dan Elektabilitas kandidat Pilgub Sulsel 2024 di Toraja Raya berdasarkan hasil survei yang dilakukan lembaga survei Visi Indonesia Consulting.
Di Tana Toraja, elektabilitas Andi Sudirman Sulaiman 18,6 persen sedangkan Annar 16,9 persen. Di Toraja Utara Andi Sudirman 19,6 persen sedangkan Annar meraih 13,8 persen.
Sedangkan popularitas keduanya juga sangat mepet. Di Tana Toraja Andi Sudirman meraih 77,8 persen sedangkan Annar 75,9 persen.
Sedangkan di Toraja Utara, popularitas Andi Sudirman mencapai 72,1 persen dan Anna mendapatkan 71,8 persen.
Kemudian Danny Pomanto-Adnan dengan 7,3 persen lalu pasangan Danny Pomanto-Indah Putri Indriani (6,9 persen).
Ada juga pasangan Annar Sampetoding-Ilham Arief Sirajuddin dengan 6,8 persen.

Disebutkan bahwa tingkat elektabilitas belum ada yang menyentuh angka 50 persen. Karena itu, 5 calon yang disurvei masih memiliki peluang yang sama untuk memenangkan kontestasi Pilgub Sulawesi Selatan.
Untuk pasangan Calon Gubernur-Wakil Gubernur dibutuhkan popularitas di atas 50 persen sebelum pendaftaran di KPU dan Popularitas di atas 70 persen sebelum H-30, sehingga 5 opsi calon yang tersedia dan menguat dalam simulasi, secara teori masih berpeluang untuk berpasangan dan melaju hingga hari pemenangan.
Bagi pasangan calon (dalam simulasi) yang mampu menyentuh angka elektabilitas di atas 50 persen sebelum H-30, secara peluang merekalah yang akan memenangkan Pilkada Gubernur Sulawesi Selatan.
“Khusus untuk bakal calon Gubernur dengan elektabilitas paling rendah, dalam hal ini Annar Salahuddin Sampetoding (6,7 persen), peluangnya masih terbuka sepanjang mampu memaksimalkan dukungan dari unsur kekerabatan 4 etnis, terutama kekerabatan suku Toraja,” ucap Saparuddin.
Menurutnya, fakta obyektif hasil survei yang mereka lakukan menunjukkan bahwa meskipun Annar Salahuddin Sampetoding belum melakukan pergerakan kinerja elektoral di lapangan, namanya tetap menjadi salah satu yang banyak disebut oleh pemilih ketika pertanyaan survei dilakukan secara semi terbuka dan menawarkan nama calon.
“Isu budaya dan ekonomi menjadi faktor pembeda antara Annar Salahuddin Sampetoding dengan calon lainnya,” ucap Saparuddin.
“Annar Salahuddin Sampetoding mendapat sentimen positif dari sisi isu ini, sebab faktor budaya 4 etnis utama di Sulsel tidak mendapat perhatian yang serius dalam pembangunan selama beberapa tahun terakhir,” tutupnya.
Fakta survei bahwa probabilitas dan peluang dukungan elektoral sebagai kontribusi tertinggi berasal dari pemuda/millenial dan masyarakat umum/akar rumput yang belum dimasuki oleh tim-tim lain, sehingga penting sekali untuk melakukan kerja-kerja elektoral secara langsung ke level tokoh pemuda dan masyarakat secara langsung dengan mengutamakan program-program pragmatis/bantuan langsung.
Tingkat pragmatisme pemilih untuk pilkada kali ini diperkirakan akan sangat tinggi. Ini disebababkan oleh irisan Pilpres dan Pileg Februari lalu yang mayoritas calon mengandalkan program pragmatis/ bantuan langsung tunai. (*/4dv)












