PALU – Kepala Pusat Data dan Informasi, Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, fenomena likuifaksi ini tidak saja terjadi di Petobo.
Namun Fenomena Likuifaksi ini, juga di beberapa tempat lain, seperti di Sigi, Petobo, Biromaru dan Sidera yang telah menyebabkan bangunan roboh dan seolah-olah hanyut.
Dalam perkembangan lainnya, sekitar 70 jenazah korban gempa dan tsunami dikebumikan di kuburan massal, yang terletak di dekat TPU Poboya Indah, di desa Poboya, kecamatan Palu Timur.
Menurut petugas di lapangan, jenazah yang dimakamkan tersebut sebelumnya telah diidentifikasi di RS Bhayangkara Polda Sulawesi Tengah.
Hingga laporan ini disampaikan jumlah korban meninggal akibat gempa dan tsunami di Palu dan Donggala sudah mencapai 844 orang.
Sekitar 632 orang menderita luka-luka dan dirawat di berbagai rumah sakit dan tempat penampungan, sementara 90 lainnya hilang. Lebih dari 48 ribu orang mengungsi di 103 titik.
Jumlah korban ini diperkirakan masih akan terus bertambah mengingat belum semua daerah dapat terjangkau karena terputusnya jalur komunikasi dan arus listrik. Antara lain, di Donggala, Sigi dan Parigi Moutong yang masih belum dapat dijangkau. [VOA/shar]













