MAKASSAR – Japanese Film Festival (JFF) merupakan festival film terbesar yang memperkenalkan film-film Jepang kepada masyarakat dunia, khususnya di Asia Tenggara dan Australia.

Selain itu, JFF juga berusaha menghadirkan Jepang secara utuh dan memberikan pemahaman tentang Jepang secara lebih mendalam melalui film-filmnya.

Menyambut kesuksesan JFF 2016 dan antusiasme masyarakat penikmat film Jepang di Indonesia yang semakin tinggi, tahun ini JFF yang diselenggarakan di empat kota, yaitu Denpasar, Jakarta, Makassar, dan Yogyakarta.

Di Denpasar, JFF 2017 bergabung dengan BALINALE – Bali International Film Festival. Sementara itu, kerja sama dengan Jogja NETPAC Asian Film Festival (JAFF) masih akan berlanjut untuk penayangan film-film Jepang di Yogyakarta pada tahun ini.

Sementara itu, di kota anging mammiri Makassar, Japanese Film Festival 2017 bekerja sama dengan Rumata’ Art Space dan Kinotika yang akan diselenggarakan di Studio XXI Mall Ratu Indah Makassar, hari ini 24-26 November 2017.

Sekitar 20 film Jepang siap diputar di JFF 2017. Film-film bergenre drama, dokumenter, romansa, animasi, hingga misteri akan memeriahkan penyelenggaraan festivalini.

Belasan film pilihan produksi tiga tahun terakhir juga akan ditayangkan bersamaan dengan tiga film animasi populer dari Studio Ghibli untuk memperkenalkan Jepang melalui pengalaman audiovisual yang menyenangkan kepada masyarakat Indonesia.

Kehadiran film-film animasi Studio Ghibli dalam JFF 2017 merupakan sebuah langkah untuk mengingatkan kembali masyarakat Indonesia mengenai pengaruh Studio Ghibli terhadap perkembangan film animasi di dunia.

Dari deretan film bergenre drama, satu di antaranya adalah Asian Three Fold Mirror: Reflections, sebuah omnibus yang terdiri dari tiga film karya sutradara Asia, yaitu Shiniuma (Brillante Ma Mendoza), Pigeons (Isao Yukisada), dan Beyond the Bridge (Sotho Kulikar). Kisah yang segar dan berkesan atau berbalut sejarah dan fantasi, hingga kisah penuh makna kehidupan seperti dalam film ReLIFE (Takeshi Furusawa), Her Love Boils Bathwater (Ryota Nakano), dan Honnouji Hotel (Masayuki Suzuki) akan memanjakan penikmat film Jepang selama JFF 2017 berlangsung. Sementara itu, untuk penikmat film bergenre misteri, JFF 2017 sudah menyiapkan Memoirs of a Murderer (Yu Irie) yang akan menyuguhkan berbagai teka-teki mengenai pembunuhan berantai yang mendebarkan. Penikmat film animasi juga bisa menikmati petualangan dalam film Princess Mononoke (Hayao Miyazaki), My Neighbor Totoro (Hayao Miyazaki), ataupun Ponyo on the Cliff by the Sea (Hayao Miyazaki).

Saat ini lineup film terkini JFF 2017 diunggah secara berkala di website dan akun media sosial JFF 2017. Dengan lineup film yang lebih banyak dan waktu penyelenggaraan festival yang lebih panjang dari tahun sebelumnya, JFF 2017 ingin menjangkau lebih banyak lagi penikmat film Jepang di Indonesia.

Nah, jangan lupa menyaksikan film-film Jepang pilihan, bersama JFF 2017. [*/4ld]