MAKASSAR—Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin (Unhas) resmi melepas mahasiswa peserta Praktik Belajar Lapangan (PBL) III yang akan kembali mengabdi di Kabupaten Soppeng, Selasa (23/6/2026).
Pelepasan berlangsung di Aula Prof. dr. H. Sirajuddin Beku, SKM, FKM Unhas, sebagai penanda dimulainya tahap akhir rangkaian kegiatan PBL yang telah dilaksanakan sebelumnya melalui PBL I dan PBL II.
Pada PBL III, mahasiswa tidak hanya melakukan pengamatan lapangan, tetapi juga dituntut mengimplementasikan program yang telah dirancang berdasarkan hasil identifikasi masalah kesehatan dan potensi masyarakat. Tahap ini sekaligus menjadi momentum untuk melakukan monitoring dan evaluasi terhadap program yang dijalankan.
Dekan FKM Unhas, Sukri Palutturi, menegaskan bahwa PBL III merupakan fase paling penting sekaligus menantang dalam proses pembelajaran mahasiswa di lapangan.
“Buatlah rancangan kegiatan dengan baik sehingga mampu memberikan manfaat yang nyata dan menjadi bentuk pengabdian yang bermakna. Libatkan masyarakat secara aktif, serta jadikan pengalaman ini sebagai ruang belajar untuk memberi kontribusi terbaik. Ini adalah fase akhir, jadi lakukan yang terbaik,” pesannya.
Menurutnya, keberhasilan PBL III tidak hanya diukur dari terlaksananya program kerja, tetapi juga dari sejauh mana mahasiswa mampu menghadirkan solusi yang relevan dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengintegrasikan seluruh hasil pembelajaran yang diperoleh pada tahap sebelumnya ke dalam implementasi program yang sistematis dan terukur. Selain itu, mahasiswa juga didorong untuk menyusun rekomendasi tindak lanjut yang dapat menjadi referensi bagi pemerintah daerah maupun masyarakat setempat.
PBL III FKM Unhas juga menjadi bagian dari upaya mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ketiga tentang kehidupan sehat dan sejahtera (Good Health and Well-being).
Dengan membawa nama besar FKM Unhas, para mahasiswa diharapkan tidak hanya menyelesaikan kewajiban akademik, tetapi juga mampu meninggalkan dampak positif melalui aksi nyata yang berkontribusi pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Soppeng.
Lebih dari sekadar penutup rangkaian pembelajaran lapangan, PBL III menjadi titik awal bagi mahasiswa untuk meneguhkan komitmen sebagai calon tenaga kesehatan masyarakat yang siap hadir, berkontribusi, dan mengabdi di tengah masyarakat. (Ag4ys)














