FLLAJ Mampu Tuntaskan Permasalahan Jalan & Lalu Lintas di Sulsel
Konsultan Kementerian PUPR, Lalu Sahabuddin pada kegiatan Focus Group Discussion (FGD) tentang Program Hibah Jalan Daerah (PHJD) di provinsi sulsel yang dilaksanakan di aula Kantor Dinas Perhubungan Sulsel, Jl. Perintis Kemerdekaan, Senin (11/10/2021).

MAKASSAR—Kehadiran Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) Sulsel telah banyak membantu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, maupun kepolisian dalam menyelesaikan permasalahan jalan maupun lalu lintas di Sulawesi Selatan.

Hal ini disampaikan Konsultan Kementerian PUPR, Lalu Sahabuddin pada kegiatan Focus Group Discussion (FGD) tentang Program Hibah Jalan Daerah (PHJD) di provinsi sulsel yang dilaksanakan di aula Kantor Dinas Perhubungan Sulsel, Jl. Perintis Kemerdekaan, Senin (11/10/2021).

Lalu sahabuddin mengaku hadir bersama tim lainnya, untuk mengkaji sisi biaya dan manfaat dari forum ini terhadap perbaikan infrastruktur di Sulawesi Selatan.

“Kita datang ke FLLAJ Sulsel dalam tugas mengkaji sisi biaya dan manfaat program PHJD, kita menyelami apakah forum ini kegiatannya sudah dilakukan dan bermanfaat terhadap perbaikan infrastruktur, apakah ada ruang bagi informasi aduan dan keluhan masyarakat terkait jalan dan transportasi ternyata tadi kita dengarkan Dinas PU merasa terbantu karena adanya konsultasi publik dan forum semacam ini baik dari perencanaan maupun pelaksanaan pekerjaan,” ungkap Lalu.

Ia juga mengaku FLLAJ Sulsel telah memberikan manfaat bagi OPD terkait lainnya termasuk pihak kepolisian.

“Kita dengar sendiri perwakilan dari dinas putr sulsel kalau masalah-masalah kecil bisa diatasi dengan baik, dari pihak kepolisian misalnya daerah rawan kecelakaan ini semuanya berkat keterlibatan semua pihak termasuk aduan masyarakat terkait u-turn dan ini cukup positif lah,” tuturnya.

Lanjut, semua informasi dan masukan dalam kegiatan ini akan menjadi bahan laporan kementrian PUPR. “Hasil studi kami ini berujung pada laporan yang akan kami buat untuk diserahkan ke kementrian PUPR untuk menjadi bahan pertimbangan dalam melakukan pembangunan infrastruktur di Sulsel,” ungkasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Sulsel, Abdul Azis Bennu menambahkan FLLAJ Sulsel telah menjadi wadah dalam mendiskusikan setiap aduan masyarakat untuk kemudian dilaksanakan dilapangan.

“Forum ini sebenarnya sebagai wadah untuk mengolah dan mendiskusikan aduan masyarakat kemudian melaksanakannya dilapangan dan itu melibatkan beberapa stakeholder dari kepolisian dan opd, termasuk Balai Jalan , BPTD, serta pihak terkait lainnya,” jelasnya

Ia menyebutkan, setiap persoalan yang dihadapi mampu diatasi dengan baik karena pengambilan keputusan melibatkan melibatkan berbagai elemen termasuk masyarakat.

“Sehingga persoalan dilapangan, di temukan solusi terbaik dan bisa bisa diredam karena pengambilan keputusan melibatkan elemen masyarakat dititik tertentu misalnya dikecamatan Panakkukang saya panggil lurah camat dan tokoh masyarakat, jadi pendekatan masyarakat,” kata Azis Bennu.

Forum yang dibiayai PHJD ini, kata Bennu, sangat menuntut hadirnya keterlibatan masyarakat secara utuh dan ini sudah terlaksana dengan baik.

“Dibiayai PJHD sangat menuntut hadirnya keterlibtaan masyarakat secara utuh, ini sejak tahun 2020 atau tahun kedua ini, hasilnya semakin kelihatan dan dishub bentuk FLLAJ sangat aktif dalam mengatasi persoalan yang ada termasuk kita punya grup wa,” tuturnya.

Azis menambahkan, kehadiran tim dari Jakarta ini untuk mengevaluasi dan memberikan masukan agar berjalan lebih maksimal.

“Tim FGD dari Jakarta beliau butuh masukan dan mengevaluasi kegiatan Kita agar lebih maksimal hal mana perlu dievaluasi dan di revisi,” tutupnya. (*)