Gelorakan Semangat Kemanusiaan, Kalangan Milenial Dirikan Masjid Di Palu
Dua tahun silam, bencana terburuk terjadi di Sulawesi Tengah, empat kota terdampak langsung, Palu, Donggala, Sigi dan Parigi Moutong. Gempa, Tsunami dan Likuifaksi melanda di wilayah Sulawesi Tengah, sehingga menghancurkan berbagai sarana dan prasarana publik, seperti masjid yang tidak hanya sebagai sarana dakwah namun juga pendidikan.

PALU—Dua tahun silam, bencana terburuk terjadi di Sulawesi Tengah, empat kota terdampak langsung, Palu, Donggala, Sigi dan Parigi Moutong. Gempa, Tsunami dan Likuifaksi melanda di wilayah Sulawesi Tengah, sehingga menghancurkan berbagai sarana dan prasarana publik, seperti masjid yang tidak hanya sebagai sarana dakwah namun juga pendidikan.

Maka itu pemulihan pasca bencana tidak terlepas dari peran serta masyarakat Indonesia dalam aksi kemanusiaan. Hari ini, Jumat (5/2/2021) menjadi contoh semangat gerakan kemanusiaan dari para milenial dalam membangun kembali Masjid yang sempat rubuh akibat bencana kala itu.

Satu tahun waktu dalam pembangunan Masjid Al-Istiqomah, hasil patungan milenial akhirnya berdiri di Palu, Sulawesi Tengah. Hal tersebut ditandai dengan diresmikannya masjid pada Jumat (5/2) oleh Walikota Palu, Hidayat.

Peresmian juga dihadiri oleh Direktur Mobilisasi Zakat Infaq Sedekah dan Wakaf (ZISWAF) Dompet Dhuafa, Doni Marlan. Juga perwakilan milennial sekaligus musisi Indonesia yaitu V1mast dan Roby Geisha yang juga telah aktif mengajak anak muda bergabung dalam gerakan Millenial Bangun Masjid (MBM).

“Ini luar biasa ya, Millenial Bangun Masjid. Jadi anak muda tapi sangat peduli dengan masjid. Semoga MBM ini bisa sampai ke seluruh penjuru negeri,” tukas Walikota Palu, Hidayat, dalam sambutannya.

Masjid Al-Istiqomah sendiri adalah masjid pertama yang berhasil dibangun dari progam Millenial Bangun Masjid (MBM). Progam yang diinisiasi dalam rangka mengajak anak muda bersama menolak stigma bahwa membangun rumah ibadah adalah urusan orang tua.

“Ini adalah kebanggaan tersendiri bagi kami mewakili millenial di seluruh Indonesia. Kebetulan masjid ini diberi nama Al-Istiqomah yang berarti konsisten. Harapannya semoga MBM ini tetap konsisten membangun masjid di berbagai penjuru negeri,” ujar Viza sang Vokalis dari Vimast sesaat sebelum prosesi peresmian.

Berawal dari gampa Palu pada 2018 lalu, masjid di Pondok Pesantren Assyakur di Jl. Lagarutu II, Palu rubuh tak tersisa. Padahal tempat tersebut menjadi lokasi utama warga untuk beribadah dan menimba ilmu agama. Dompet Dhuafa melalui Millenial Bangun Masjid berinisiastif untuk membangun kembali masjid di lokasi tersebut dibantu oleh musisi seperti Vimast dan Roby Geisha, akhirnya hari ini, Masjid Al-Istiqomah resmi berdiri.

“Saya sangat berterimakasih kepada Dompet Dhuafa. Masjid selain menjadi pusat ibadah warga sekitar, juga menjadi tempat kegiatan santri menyetor hafalan,” terang Andi Toba, Ketua Pengurus Pesantren Assyukur Palu.

Dibangunnya masjid Al-Istiqomah ini diharapkan bisa memberikan pesan positif kepada anak muda lain di Indonesia untuk ikut bergabung dalam progam Millenial Bangun Masjid selanjutnya. Selain peresmian, ada juga penyaluran Al-Quran kepada santri Pesantren Assyukur dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Donggala dalam acara tersebut. (*)