MAKASSAR—Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan bekerjasama dengan PT. Angkasa Pura I (Persero) Satker PPUG Makassar telah melakukan pemasangan Media Promosi pada 11 spot iklan yang terdapat di area connecting dan kedatangan Bandara sultan hasanuddin internasional airport makassar (SHIAM) pada 26 April 2022 lalu.
Media Promosi yang dipasang antara lain adalah Spanduk selamat datang yang terpasang tepat di pintu kedatangan, dan spanduk beberapa destinasi unggulan termasuk diantaranya Geopark Maros Pangkep yang terpasang di area connecting door.
Kepala dinas (Kadis) Budpar Sulsel Prof Jufri mengatakan, pemasangan Media Promosi pada 11 spot iklan sebagai tindak lanjut atas penandatanganan MOU (Memorandum of Understanding) antara kedua belah pihak sebagai perwujudan komitmen untuk mendukung program-program Pariwisata Sulawesi Selatan.
“Ini sebagai landasan kerja sama dalam melakukan Promosi Bersama Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sulawesi Selatan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar dan sebagai upaya peningkatan kualitas pelayanan informasi Pariwisata dan Budaya di Area Bandara,” ungkapnya, Jumat (29/4/2022).
Selain beberapa kegiatan diatas, telah disepakati bersama bahwa saat memasuki pintu kedatangan sampai ke tempat pengambilan bagasi, akan diperdengarkan instrumen lagu tradisional.
“Disana diperdengarkan instrumen lagu tradisional, dari Suku Bugis, Makassar, Mandar dan Toraja. Beberapa judul instrument yang dimaksud antara lain adalah : Keso’ – keso’, Kacapi, Anging Mammiri, Marendeng Marampak, Pagalung, Sabbe Sabbena, Tomepare Cek, Pakkarena, Gandrang Bulo, dan Ongkona Arumpone,” tuturnya.
Lebih Jauh Mantan Kadis Pendidikan Sulsel ini mengaku beberapa point yang tertuang dalam MOU antara lain, Promosi bersama potensi pariwisata dan ekonomi kreatif Sulawesi Selatan.
“Pemanfaatan space di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin sebagai media promosi pariwisata, ekraf, seni dan budaya, Pemanfaatan media tv display Bandara Internasional Sultan Hasanuddin sebagai media promosi, Personil Tourism Information Center pada Bandara Internasional Sultan Hasanuddin serta akses personil dimaksud dan Akses Passenger Exit Survei di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin,” jelasnya.
Prof Jufri menambahkan, bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar sebagai pintu gerbang para wisatawan yang datang ke Sulawesi Selatan memiliki peran yang sangat penting dan strategis.
“Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar memiliki peran yang sangat penting dan strategis dalam mempromosikan potensi-potensi wisata yang ada di Sulsel untuk meningkatkan kunjungan wisatawan sehingga harus dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan potensi-potensi wisata yang ada di Sulawesi Selatan,” pungkasnya. (*)













