MAKASSAR—Suasana ceria mewarnai hari pertama masuk sekolah di TK Naura Makassar, Kamis (2/4/2026). Usai libur panjang Idul Fitri selama dua pekan, para murid kembali dengan semangat baru yang disambut melalui kegiatan Halal Bihalal bertema “Keceriaan Syawal: Maaf-maafan dan Berbagi Kebahagiaan”.
Kegiatan yang digelar di Ruang Asesmen ini berlangsung hangat dan penuh makna. Selain menjadi ajang silaturahmi, acara ini juga dirancang untuk menanamkan nilai-nilai karakter islami sejak usia dini.
Rangkaian kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dengan salat Dhuha berjamaah. Para murid mengikuti dengan khidmat, didampingi guru dan orang tua. Acara kemudian dibuka oleh guru dan dilanjutkan sambutan Kepala TK Naura, Ratih.
Usai sambutan, kegiatan berlanjut dengan istighosah dan doa bersama. Suasana menjadi khusyuk saat para siswa duduk rapi mengikuti doa yang dipimpin pihak sekolah, menciptakan momen spiritual yang memperkuat kebersamaan.
Keceriaan semakin terasa saat sesi dongeng islami oleh Ms. Tiwi. Melalui cerita edukatif, anak-anak diajak memahami makna hari kemenangan dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami.
Memasuki sesi Halal Bihalal, suasana berubah menjadi penuh kehangatan. Murid, guru, dan wali murid saling bersalaman, menciptakan interaksi emosional yang erat serta menanamkan nilai sopan santun dan saling menghargai.
Kebersamaan semakin lengkap saat seluruh peserta menikmati makan bersama dan mengikuti berbagai permainan yang telah disiapkan guru.
Kepala TK Naura, Ratih, menegaskan pentingnya momentum pasca Idul Fitri sebagai awal mempererat hubungan antarwarga sekolah sebelum kembali ke aktivitas belajar.
“Kami berharap kegiatan ini semakin mempererat hubungan antara siswa, guru, dan wali murid, sekaligus menjadi awal yang baik untuk memulai pembelajaran kembali,” ujarnya.
Ia menambahkan, Halal Bihalal juga menjadi sarana membangun komunikasi yang harmonis antara pihak sekolah dan orang tua.
“Interaksi yang terjalin diharapkan mampu mendukung proses pendidikan yang lebih kolaboratif serta menjadi langkah kecil namun bermakna dalam membentuk generasi yang penuh kasih dan toleransi,” tutup Ratih. (Cr/Ag4ys)
Citizen Reporter: Yusril
Artikel ini ditulis oleh Citizen Reporter. Isi dan gaya penulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Redaksi hanya melakukan penyuntingan seperlunya tanpa mengubah substansi.







