PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Sumbangan Gau Maraja Diduga Masuk Rekening Pribadi Kasi Umum Kecamatan Bontocani102 Siswa Baru SMK Kehutanan Negeri Makassar Dikukuhkan, Siap Jadi Rimbawan MudaRotasi Besar Kapolres Sulsel: 5 Kursi Berganti, Ini Daftar Komandan BaruLurah Bontoa Antar Langsung Bantuan Beras CPP ke Warga Sakit dan DisabilitasTambak Warga Ditimbun untuk Akses Pelabuhan Tonra, Ganti Rugi DipertanyakanMakassar Perkuat Kemitraan dengan Enrekang untuk Jaga Pasokan Pangan dan Stabilkan HargaPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Sumbangan Gau Maraja Diduga Masuk Rekening Pribadi Kasi Umum Kecamatan Bontocani102 Siswa Baru SMK Kehutanan Negeri Makassar Dikukuhkan, Siap Jadi Rimbawan MudaRotasi Besar Kapolres Sulsel: 5 Kursi Berganti, Ini Daftar Komandan BaruLurah Bontoa Antar Langsung Bantuan Beras CPP ke Warga Sakit dan DisabilitasTambak Warga Ditimbun untuk Akses Pelabuhan Tonra, Ganti Rugi DipertanyakanMakassar Perkuat Kemitraan dengan Enrekang untuk Jaga Pasokan Pangan dan Stabilkan Harga
News

Halaqah Nasional di UIM, Quraish Shihab Ungkap Islam Moderat

511
×

Halaqah Nasional di UIM, Quraish Shihab Ungkap Islam Moderat

Sebarkan artikel ini

MAKASSAR – Universitas Islam Makassar (UIM) menggelar Halaqah Nasional Radikalisme dan Wasathiyah dengan tema “membentuk generasi muslim moderat”. Menghadirkan pembicara Prof Quraish Shihab, Direktur Pusat Studi Alquran pada Rabu, 13 September 2017 di Auditorium KH. Muhyiddin Zain UIM Makassar.

Halaqah tersebut merupakan kerjasama UIM dengan Pengurus Wilayah NU Sulawesi Selatan, Kementerian Agama Kota Makassar, Ikatan Cendikiawan Alumni Timur Tengah (ICATT) dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sulsel.

Rektor UIM Majdah Agus Arfin Nu’mang dalam sambutannnya mengungkapkan rasa terima kasih kepada Prof Quraish yang telah menyempatkan diri hadir.

“Semoga membawa keberkahan di kampus kami. mulai tahun ini UIM membuka Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, kami mohon arahan dan binaan Prof Quraish yang juga pakar tafsir Alquran,” ungkap Majdah.

“Selain itu, UIM sebagai perguruan tinggi Nahdlatul Ulama menjadi pusat kajian Aswaja di Sulawesi Selatan, sehingga diharapkan melahirkan generasi muslim yang moderat,” tutup Majdah.

Rais Syuriah Pengurus Wilayah NU Sulsel Anre Gurutta Sanusi Baco dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembinaan ummat saat ini tidak bisa hanya bermodalkan semangat berapi-api. Tetapi harus dibarengi dengan strategi, itulah yang disebut Wasathiyah atau moderat.

Gurutta Sanusi juga bercerita tentang peran Prof Quraish dalam pembangunan UIM. “Prof Quraish banyak membantu pada masa awal berdirinya Kampus Al-Gazali yang merupakan cikal bakal dari Universitas Islam Makassar,
Gedung Rektorat UIM merupakan bantuan yang didatangkan melalui beliau,” imbuh Gurutta.

Prof Quraish mengungkapkan radikalisme adalah buah dari ekstrimisme. “Ekstrimisme dapat diartikan tingkat yang tertinggi, dapat pula diartikan memaksakan kehendak, maka dari itu ekstrimisme harus diobat atau
dihilangkan,” ungkap Prof Quraish.

“Dalam ajaran Islam mengarah kepada hal Wasathiyah, yaitu dapat menerima siapapun, muslim ataupun non muslim. Selain itu, yang menyebabkan orang berpaham radikal atau menyimpang dari Wasathiyah adalah karena kurangnya pengetahuan orang tersebut. Inilah yang terjadi saat ini,” jelasnya.

Tak lupa Prof Quraish bercerita ketika bersama Gurutta Sanusi belajar di Mesir serta memuji perkembangan UIM yang dulunya bernama Al-Gazali.

“Perkembangan pesat UIM saat ini tidak lepas keikhlasan para pencetusnya, termasuk Gurutta Sanusi Baco,” ujar  Prof Quraish seperti yang dilaporkan Humas FKIP UIM.

Hadir pada acara tersebut, Kepala BALITBANGDA Sulsel Iqbal Samad Suhaeb, Pimpinan dan pejabat struktural UIM, Pengurus dan anggota ICATT Sulsel. Pejabat Kementerian Agama Kota Makassar, serta ratusan dosen dan mahasiswa dari beberapa kampus di Makassar. (*/shar)

 

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com