MAKASSAR—Pagi itu, suasana di Lapangan Karebosi terasa berbeda. Ribuan warga Makassar berbondong-bondong menuju lokasi, membawa sajadah dan penuh semangat untuk menunaikan Salat Idulfitri. Meski hujan sempat mengguyur, langit perlahan cerah, seolah ikut menyambut hari kemenangan bagi umat Muslim.
Di antara lautan jamaah, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin berdiri di saf terdepan, didampingi Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Irwan Adnan. Keduanya larut dalam kekhusyukan ibadah, menyatu dengan masyarakat dalam doa dan harapan akan hari yang lebih baik.
Usai salat, warga tampak bersalaman, berbagi senyum dan doa, mencerminkan indahnya kebersamaan di hari yang fitri. Tidak hanya sekadar ritual, Idulfitri menjadi momen mempererat hubungan, menghapus batasan antara pemimpin dan rakyatnya.
Seusai dari Karebosi, Irwan Adnan melanjutkan kebersamaan dengan menggelar Open House di Rumah Jabatannya di Jalan Hertasning. Rumah yang biasanya dipenuhi kesibukan pemerintahan hari itu berubah menjadi tempat berkumpulnya berbagai kalangan: pejabat, kepala dinas, tokoh masyarakat, hingga warga biasa yang ingin bersilaturahmi.
Di dalam rumah, aroma khas hidangan Lebaran menggoda selera. Ketupat, opor ayam, dan aneka kue tersaji di meja, mengundang siapa saja untuk duduk dan berbagi cerita. Irwan Adnan bersama Pj DWP Makassar menyambut tamu dengan senyum hangat, menanyakan kabar, dan berbincang santai. Tidak ada sekat, hanya keakraban yang terasa begitu alami.
“Idulfitri adalah saatnya kita merajut kembali kebersamaan, menguatkan silaturahmi, dan mempererat persaudaraan,” ujar Irwan dengan penuh makna.
Di sudut ruangan, anak-anak tampak riang bermain, sementara para orang tua berbincang mengenang masa-masa lalu. Warga yang hadir merasa benar-benar diterima, tidak sekadar sebagai tamu, tetapi sebagai bagian dari keluarga besar Kota Makassar.
Hingga siang hari, tamu terus berdatangan. Setiap orang pulang dengan hati yang lebih hangat, membawa cerita tentang pemimpin yang hadir di tengah mereka, tidak hanya sebagai pejabat, tetapi juga sebagai sahabat. Hari itu, Makassar bukan hanya merayakan Idulfitri, tetapi juga merayakan kebersamaan yang semakin erat di antara warganya. (*/70n/Ag4ys/4dv)













